Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemerintah menggulirkan kebijakan penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah ( PPnBM) untuk mobil baru mulai Maret 2021. Foto ilustrasi: Beritasatuphoto/Joanito De Saojoao

Pemerintah menggulirkan kebijakan penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah ( PPnBM) untuk mobil baru mulai Maret 2021. Foto ilustrasi: Beritasatuphoto/Joanito De Saojoao

Fokus Pasar: Pemerintah Perpanjang PPnBM

Selasa, 15 Juni 2021 | 08:39 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang insentif berupa diskon pajak atas PPnBM sebesar 100% untuk mobil hingga Agustus 2021. Hal ini mengacu pada komitmen pemerintah guna menaikkan konsumsi masyarakat.

Pilarmas Sekuritas dalam riset harian menyebutkan, merujuk dari data Gaikindo penjualan ritel, secara akumulatif Januari–April 2021 naik 5,9% YoY menjadi 257,953 unit. Secara bulanan volume penjualan ritel telah mendekati level normal atau sekitar 80.000 per bulan.

Melihat respons dan efek positif tersebut, pemerintah akhirnya melakukan perpanjangan diskon PPnBM DTP 100% untuk penjualan mobil 4×2 di bawah 1500cc hingga Agustus 2021. Selanjutnya, periode untuk diskon PPNBM DTP 50% diperpanjang menjadi Desember 2021.

Akselerasi pemulihan ekonomi nasional menjadi pertimbangan atas perpanjangan kebijakan tersebut. Pilarmas menilai program diskon 100% PPnBM DTP ini berjalan sukses, dengan semua pihak merasa diuntungkan, baik dari segi pelaku usaha otomotif, industri terkait, konsumen maupun pemerintah.

Kementerian Perindustrian mencatat, hingga saat ini potensi sektor otomotif didukung sebanyak 21 perusahaan. Total kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun dan serapan tenaga kerja langsungnya sebanyak 38 ribu orang. Selain itu, lebih dari 1,5 juta orang turut bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut.

“Artinya industri otomotif menjadi salah satu penggerak perekonomian yang pertumbuhannya harus segera dipercepat karena industri ini melibatkan banyak pelaku usaha lokal dalam rantai produksinya mulai dari hulu hingga ke hilir,” jelas Pilarmas Sekuritas.

Pilarmas berharap bahwa ini bisa menjadi sebuah dorongan yang memiliki dampak positif terhadap pasar, baik dari sisi produksi maupun dari sisi permintaan yang akan mendorong pemulihan untuk bergerak menjadi jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN