Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
KBI telah mendapatkan legalitas untuk menjalankan fungsi sebagai Lembaga Kliring Penyelesaian dan Penjaminan Transaksi di Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.

KBI telah mendapatkan legalitas untuk menjalankan fungsi sebagai Lembaga Kliring Penyelesaian dan Penjaminan Transaksi di Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.

Laba Bersih Kliring Berjangka Indonesia Tumbuh 31,98%

Senin, 28 Juni 2021 | 16:50 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) (KBI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 31,98 % menjadi Rp 66,4 miliar pada 2020, dibandingkan raihan periode sama tahun sebelumnya Rp 50,3 miliar. Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan sekitar 36,9% dari Rp 112 miliar menjadi Rp 154 miliar.

Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi mengatakan pertumbuhan tersebut didukung langkah transformasi dan inovasi yang dilakukan KBI dalam menghadapi pandemi.

“Langkah transformasi tersebut tidak hanya pada aspek bisnis semata, namun juga menyangkut transformasi sumber daya manusia. Sedangkan terkait inovasi, berbagai inovasi telah dilakukan KBI yang intinya adalah inovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk peningkatan layanan kepada pemangku kepentingan,” jelasnya di Jakarta, Senin (28/6).

Fajar menambahkan, pertumbuhan kinerja yang dicatatkan KBI ini juga dipengaruhi oleh pertumbuhan kinerja dari tiga pilar bisnis KBI, yaitu sebagai lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi di perdagangan berjangka komoditi, lembaga kliring penjaminan, dan penyelesaian transaksi pasar fisik komoditas timah murni batangan, serta sebagai pusat registrasi resi gudang.

Hasil positif ini memacu KBI untuk terus berinovasi, salah satunya yakni dengan inisiasi sebagai Lembaga Kliring Perdagangan Timah Dalam Negeri, yang sudah mulai berjalan beberapa waktu yang lalu. Selanjutnya, inisiasi bisnis baru juga tengah dipersiapkan KBI, sebagai Lembaga Kliring Pasar Fisik Emas Digital serta Lembaga Kliring Berjangka di Perdagangan Aset Kripto.

“Rencana itu akan didukung oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berkat program vaksin covid-19 yang dilakukan pemerintah yang tentunya memberikan angin segar bagi kalangan industri, dimana ekonomi akan bergerak lebih baik. Kami optimis tahun 2021 kinerja KBI akan meningkat dibandingkan dengan tahun 2020,” ujarnya.

Terkait Perdagangan Berjangka Komoditi, sepanjang tahun 2020 volume transaksi di Bursa Berjangka Jakarta yang dikliringkan di KBI mencapai 9.446.122,4 lot, yang terdiri dari volume transaksi Kontrak Sistem Perdagangan Alternatif sebesar 7.767.855,4 lot, dan Kontrak Primer sebesar 1.678.267 Lot. 

Untuk Pasar Fisik Komoditas Timah Murni Batangan di Bursa Berjangka Jakarta yang dikliringkan di KBI, sepanjang tahun 2020 telah terjadi transaksi mencapai 12.209 Lot dengan nilai US $ 1.032.306.793.

Sedangkan di Sistem Resi Gudang, sepanjang tahun 2020, KBI telah melakukan registrasi atas 427 RG, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp. 93,6 Miliar. Adapun sebelumnya,KBI secara perdana mencatat registrasi resi gudang beras dari Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Beras yang dimasukkan ke Sistem Resi Gudang kali ini sebanyak 25.000 kg, dengan nilai barang mencapai Rp 287 juta.

Setelah resmi tercatat, resi gudang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai jaminan untuk mendapatkan pembiayaan. Pemanfaatan resi gudang ini dapat menjadi contoh bagi para petani dan pemilik komoditas di daerah lain, di mana saat produksi tinggi dan harga turun maka petani dan pemilik komoditas dapat menyimpan komoditasnya terlebih dahulu melalui Sistem Resi Gudang.

“Hal ini dikarenakan banyak manfaat yang bisa diperoleh para petani dan pemilik komoditas dengan memanfaatkan Sistem Resi Gudang. Tentunya tidak hanya untuk komoditas beras, tapi juga untuk komoditas lain yang telah diatur oleh pemerintah,” pungkasnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN