Menu
Sign in
@ Contact
Search
Lo Kheng Hong. (ist)

Lo Kheng Hong. (ist)

Ini Alasan Lo Kheng Hong Tetap Pegang Saham BMTR

Senin, 28 Jun 2021 | 17:57 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Lo Kheng Hong, investor kakap pasar modal, terus memegang saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Alasannya, induk usaha PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC/MNCN) ini terus membukukan kinerja gemilang dan tata kelola perusahaan-perusahaan milik MNC Group tidak perlu diragukan lagi.

Pada 2020, saat pandemi saja, kata Lo Kheng Hong, Global Mediacom, membukukan laba bersih Rp 900 miliar. "Apalagi, pada 2019, mungkin labanya lebih besar. Kalau perusahaan labanya besar, harusnya tata kelolanya tidak perlu diragukan lagi. Sebab, kalau tata kelola buruk, mana bisa menciptakan laba yang besar. Apalagi, laba MNC di atas Rp 1 triliun," tutur LKH dalam Indonesia Investor Summit 2021 : The Rise of Indonesia Stock Market secara virtual, Sabtu (26/6/2021).

Menurut pria yang dijuluki Warren Buffet Indonesia ini, perusahaan dengan tata kelola yang buruk, tidak akan bisa menghasilkan laba  Rp 1 triliun lebih. Dia menilai, saham BMTR cocok dengn filosofi investasinya.

Selama ini, dia membeli saham yang seharusnya berada di harga Mercy, tetapi bisa dibeli di harga Avanza. "Mercy dijual harga Avanza itu di dunia nyata tidak ada, hanya ada di Bursa Efek Indonesia," ungkap LKH.

Dia menuturkan, pada 2013, harga saham BMTR Rp 2.800 per saham. Adapun kinerja perseroan pada 2021 lebih bagus ketimbang 2013. Itu artinya, harga BMTR saat ini masih jauh dari harga wajarnya. Pada Senin (28/6/2021), saham BMTR ditutup di level Rp 272.

LKH tak pernah menjual saham BMTR, meskipun beberapa teman menjualnya, karena tergiur keuntungan yang besar. Sebaliknya, LKH malah menambah saham BMTR.

Di sisi lain, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang juga menjadi pembicara di acara itu menegaskan, value investing menjadi strategi investasi yang dipilih. "Ada orang investasi di pasar modal berbasis fundamental, ada yang teknikal. Kalau saya, bagaimana kita melepas nilai. Saya lebih fokus pada investasi berbasis nilai (value investing). Saya investasi berbasis nilai, how we create value," ujar Hary.

Saat memulai kariernya akhir tahun 1989, Hary mengumpulkan modal dengan jual beli perusahaan, bukan jual beli saham.  Sukses jual beli perusahaan, dia memutuskan membangun usahanya sendiri. Kini, MNC Group merupakan salah satu grup terbesar di Indonesia yang bergerak di berbagai bidang usaha.

Dalam dua tahun terakhir, banyak sekali yang dikembangkan dan dikebut Hary, terlebih terkait pengembangan digitalisasi. Saat ini, pihaknya punya 400 pengembang teknologi di Jakarta, Bandung, dan India. Selain itu, MNC mendirikan kantor di India khusus untuk kecerdasan buatan.

PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) mengembangkan MotionBanking (digital  banking), MotionPay (e-money), MotionWallet (e-wallet), MotionTransfer (remittance), MNCTrade dan sudah mendapatkan izin OJK untuk digital insurance, MotionInsurance. Jadi, kata Hary, Motion menjadi merek untuk semua layanan keuangan digital. 

Hary memastikan, ke depan, MNC Group akan semakin agresif. Dalam dua tahun ini, bisa dilihat banyak inisiatif digital baru di MNC Group.
 

Advertisement

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com