Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik AKR Corporindo. Foto: ISTIMEWA

Pabrik AKR Corporindo. Foto: ISTIMEWA

Smelter Beri Kontribusi Signifikan ke Pendapatan Berulang AKR Corporindo

Sabtu, 17 Juli 2021 | 11:58 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Langkah PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia (PTCII) yang telah menandatangani kontrak rekayasa, pengadaan dan konstruksi (engineering, procurement and construction/EPC) senilai US$ 2,7 miliar untuk membangun Pabrik Smelter Tembaga dan Precious Metal Refinery di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) membuat pendapatan berulang (recurring income) PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) makin tinggi.

Dengan penandatanganan ini, maka smelter akan menjadi kontributor yang signifikan bagi pendapatan berulang bagi AKR Corporindo.

Smelter akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan berulang AKR Corporindo selaku pemegang saham mayoritas JIIPE. Pendapatan sewa akan dihasilkan dari 103 ha lahan untuk Smelter dan 40-50 hektare (ha) lainnya untuk area laydown. Ini akan menghasilkan recurring income lebih lanjut dari fasilitas pelabuhan, listrik, gas, air, dan pengolahan air limbah,” kata Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo dalam keterangan tertulis, yang dikutip Sabtu (17/7).

Kontrak EPC antara Freeport Indonesia dan Chiyoda International Indonesia meliputi smelter dengan kapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun dan Precious Metal Refinery. Ini akan menjadi salah satu kapasitas smelter terbesar di dunia. Ini akan menarik investor ke JIIPE dari industri terkait untuk membangun Supply Chain Eco-System untuk baterai, motor, dan kabel kendaraan listrik.

AKR Corporindo memang optimistis pendapatan perseroan tahun ini akan lebih meningkat didorong kontribusi usaha baru, salah satunya dari kawasan industri JIIPE. AKR Corporindo tercatat memiliki 60% saham di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik JIIPE tersebut, sedangkan 40% sisanya oleh Pelindo III.

Sebelumnya, Haryanto mengatakan, perseroan akan memasarkan KEK Gresik JIIPE dengan mengedepankan benefit yang telah diberikan JIIPE dan tambahan insentif sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.

‘Kami juga akan melanjutkan pengembangan tahap 2, di antaranya kami sedang memperluas Jetty di pelabuhan JIIPE. Kami percaya dengan fasilitas yang kami berikan ditambah insentif dari KEK akan semakin meningkatkan jumlah investor yang masuk KEK Gresik JIIPE dan juga menambah pendapatan recurring income dari utilitas,” katanya.

AKR Corporindo jelasnya memiliki sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan kinerja pada kawasan industri di tengah prospek perlambatan ekonomi dalam negeri dan global akibat pandemi Covid-19. Perseroan pun akan terus menjaga neraca keuangan di level yang sehat dan mempertahankan gearing ratio di level yang rendah.

JIIPE adalah salah satu proyek public-private infrastruktur terbesar di Indonesia seluas 3.000 ha. Status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) diberikan oleh Presiden Republik Indonesia pada 28 Juni 2021, dengan tujuan memainkan peran integral dalam modernisasi kegiatan manufaktur dan logistik Indonesia (Industri 4.0).  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN