Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mayapada Hospital. Foto: PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.

Mayapada Hospital. Foto: PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.

Sejahteraraya Proyeksikan Laba Bersih Rp 250 Miliar

Senin, 19 Juli 2021 | 06:08 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menargetkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 2 triliun dan laba bersih senilai Rp 250 miliar tahun ini. Pertumbuhan tersebut telah disesuaikan dengan berlanjutnya pandemi Covid-19 di dalam negeri.

Sekretaris Perusahaan Sejahteraraya Anugrahjaya Selamat mengatakan, pendapatan tahun ini diproyeksikan naik menjadi Rp 2 triliun dibandingkan tahun 2020 sebanyak Rp 1,28 triliun. Begitu juga dengan laba bersih diharapkan bertumbuh menjadi lebih dari Rp 250 miliar dibandingkan tahun lalu dengan rugi bersih Rp 9,38 miliar.

“Jika diasumsikan keadaannya berlanjut seperti sekarang, dimana pendapatan perseroan telah mencapai Rp 500 miliar, maka kami optimistis mencetak pendapatan dan laba bisa sesuai dengan target yang telah ditetapkan tersebut,” ujar dia, baru-baru ini.

Sementara itu, Direktur Sejahteraraya Anugrahjaya Arif Mualin menambahkan, pandemi Covid-19 merupakan kejadian luar biasa dan awalnya diprediksi tidak akan berdampak besar bagi masyarakat. “Pandemi tahun lalu sangat menantang, karena semua prediksi dari sisi jumlah pasien yang berobat, jumlah kamar yang disediakan, jumlah peralatan, dan sumber daya manusia itu semuanya sudah sangat melebihi,” ujar dia. 

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Arif menyampaikan, perseroan sudah merencanakan pembangunan rumah sakit baru tahun ini, yakni di Surabaya dan Bandung. Pada 15 Juli 2020 perseroan juga telah membuka secara operasional Rumah Sakit Mayapada Kuningan, Jakarta, meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Untuk mendukung perolehan kinerja keuangan, perseroan juga membuka lebih banyak cabang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dari sisi kebutuhan masyarakat yang terjangkit Covid-19 maupun non-Covid-19.

Hingga kuartal I-2021, perusahaan pengelola rumah sakit Mayapada ini telah membukukan pendapatan sebesar Rp 500,44 miliar, naik 77,39% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 282,12 miliar. Pertumbuhan tersebut didukung atas peningkatan jumlah pasien setelah pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

“Seiring meningkatnya pendapatan, beban langsung perseroan tumbuh menjadi Rp 316,73 miliar, naik 65,28% atau setara Rp 125,1 miliar dibandingkan 31 Maret 2020 yang tercatat Rp 191,63 miliar,” ujar dia.

Pertumbuhan pendapatan juga membuat perseroan berhasil membukukan laba bruto sebesar Rp 183,7 miliar pada 31 Maret 2021 atau naik Rp 103,02% setara dengan Rp 93,21 miliar, dibandingkan perolehan pada 31 Maret 2020 sebesar Rp 90,48 miliar.

Beban umum dan administrasi dicatatkan sebesar Rp 99,52 miliar atau naik 3,56% dibandingkan kuartal I-2020 sebesar Rp 96,1 miliar. Sementara laba usaha diperoleh sebesar Rp 82,13 miliar atau naik Rp 90,75 miliar dari rugi usaha periode sama tahun lalu Rp 8,62 miliar.

Laba sebelum beban pajak penghasilan diperoleh sebesar Rp 82,55 miliar atau tumbuh 91,14 miliar dari semula rugi Rp 8,58 miliar. Perseroan pun berhasil membukukan laba neto tahun berjalan menjadi Rp 69,54 miliar atau tumbuh Rp 78,96 miliar dari semula yang mencatat rugi sebesar Rp 9,41 miliar.

Sedangkan total aset perseroan hingga 31 Maret 2021 mencapai Rp 4,35 triliun, naik 0,23% dari 31 Desember 2020 yakni Rp 4,34 triliun. Sedangkan liabilitas sebesar Rp 2,52 triliun, turun 2,59 % dari semula US$ 2,59 triliun dan ekuitas neto naik 4,38% menjadi Rp 1,83 triliun dari sebelumnya Rp 1,75 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN