Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Diagnos Laboratorium menggelar IPO dengan melepas sebanyak 250 juta saham pada harga perdana Rp 200 per unit.

Diagnos Laboratorium menggelar IPO dengan melepas sebanyak 250 juta saham pada harga perdana Rp 200 per unit.

PPKM Darurat, Diagnos Lab Tes PCR 2.900 Spesimen per Hari

Senin, 19 Juli 2021 | 08:48 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id –  PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) genjot kapasitas pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) Covid-19 di tengah penerapan PPKM Darurat. Saat ini, kapasitas pemeriksaan PCR Diagnos Laboratorium telah mencapai 2.900 tes PCR per hari.

Managing Director Diagnos Laboratorium Utama Dennis Jacobus mengatakan, kapasitas tersebut didukung oleh dua laboratorium PCR di kota Jakarta dan Denpasar. ”Perusahaan berharap dengan penambahan jumlah lab PCR di pulau Dewata, perusahaan dapat mendukung program Bali reborn milik pemerintah,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin (19/7).

Advertisement

Penambahan kapasitas, ungkap dia, juga perlu sejalan dengan ditunjukkanya Diagnos Laboratorium menjadi satu dari 742 laboratorium yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan untuk hasil pemeriksaan swab PCR dan antigen sebagai syarat penerbangan.

“Untuk dapat diagnosis yang terbaik, kami konsisten melakukan implementasi pengendalian kualitas dengan baik di dalam metode pemeriksaan, proses evaluasi dan pelatihan SDM untuk memberikan hasil pemeriksaan kesehatan yang akurat,” ucap Dennis.

Pada Juni 2021, pemeriksaan PCR harian melalui Diagnos Laboratorium naik signifikan. Contohnya di Bali tercatat ada peningkatan sampai 1.000%, dari 30 tes PCR per hari menjadi 300 tes per hari. Secara kumulatif, pemeriksaan PCR yang dilakukan perusahaan sekarang secara rata-rata per harinya sudah mengalami peningkatan sampai dengan 25%, yaitu dari 1.500 pemeriksaan tiap hari di awal tahun menjadi 2.000 pemeriksaan setiap harinya sekarang.

Selama 2020, DGNS telah melakukan tes sebanyak 481.703 pemeriksaan secara keseluruhan, di mana sebanyak 148.577 merupakan pemeriksaan yang berhubungan dengan virus Covid-19 dan sisanya merupakan tes campuran dari pemeriksaan patologi klinik, anatomi dan genomik.

Sedangkan, perseroan menargetkan untuk kenaikan jumlah pemeriksaan menjadi lebih dari 600.000 pemeriksaan per tahun pada 2021 atau meningkat lebih dari 25%. Hingga kuartal I, perseroan mencetak pertumbuhan laba bersih Rp 21,7 miliar atau naik sebesar 1.287,42%, dibanding periode sama tahun 2020 senilai Rp 1,5 miliar.

Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, perseroan berhasil membukukan pendapatan Rp 87,8 miliar atau tumbuh 462% dari periode yang sama tahun 2020 yakni sebesar Rp 15,6 miliar. Lini bisnis biomolecular yang dimiliki perseroan menjadi kontributor utama perusahaan. Lini bisnis ini berhasil menyumbang Rp 71 miliar atau sebesar 81,4% dari total pendapatan perseroan, di mana perseroan telah berhasil melaksanakan sebanyak 124.906 test PCR pada kuartal I-2021, untuk membantu proses skrining Covid-19 baik untuk pelanggan korporasi, rumah sakit maupun individu.

Diagnos Laboratorium merupakan bagian dari PT Bundamedik Tbk (BMHS) yang merupakan pemilik dari Rumah Sakit Bunda Group. Saat ini,  Diagnos Laboratorium sudah memiliki tiga cabang yaitu di Jakarta, Padang dan Denpasar, 19 outlet dan tiga swab center di wilayah Indonesia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN