Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Bank INA Perdana Tbk (Foto: Beritasatu.com)

Ilustrasi: Bank INA Perdana Tbk (Foto: Beritasatu.com)

BINA, Saham Bank Milik Salim Akan Dibuka Kembali Perdagangannya

Selasa, 20 Juli 2021 | 10:38 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – PT Bursa Efek Indonesia akan membuka kembali perdagangan saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) mulai  Rabu 21 Juli 2021, setelah suspensi selama sepekan karena kenaikan harga yang signifikan. Berdasarkan data RTI, dalam tahun 2021 (ytd), BINA telah naik 736,96%. Sentimen Anthoni Salim mulai menyihir pasar yang membuat saham tersebut ARA beberapa kali pada Juni lalu.

Merujuk pada pengumuman BEI, suspensi atas perdagangan BINA di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 21 Juli 2021.

Sebelumnya, BEI melakukan suspensi terhadap BINA pada 9 Juli 2021. Suspensi terhadap saham tersebut juga sempat dilakukan pada 1 Juli 2021, namun keesokan harinya yakni 2 Juli 2021, suspensi atas saham bank milik Grup Salim itu dibuka kembali.

Pengusaha Anthoni Salim telah resmi menjadi satu-satunya pemegang saham pengendali terakhir alias ultimate shareholder dan PT Indolife Pensiontama yang menjadi pemegang saham pengendali di PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA).

Pieter Tanuri dan PT Philadel Terra Lestari (perusahaan milik Pieter) telah mengundurkan diri sebagai pengendali terakhir (ultimate shareholder) dan pemegang saham pengendali PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA). Langkah ini membuat Anthoni Salim dan PT Indolife Pensiontama milik Anthoni menjadi satu-satunya ultimate shareholder dan pemegang saham pengendali saham Bank Ina.

Right Issue

Katalis kenaikan saham BINA juga didorong oleh rencana rights issue yang sudah disetujui oleh pemegang saham dan kemungkinan Anthoni Salim akan menambah kepemilikannya di BINA.

Dalam Rapat Umum Pemegang saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Ina Perdana untuk tahun buku 2020, bulan lalu, Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 2 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Dengan disetujuinya rights issue ini, Anthoni Salim, selaku ultimate shareholder berpeluang menambah porsi kepemilikan sahamnya pada Bank Ina.

Direktur Utama Bank Ina, Daniel Budirahayu, mengatakan, para pemegang saham perseroan kemungkinan menyerap HMETD tersebut. “Rights issue dilaksanakan guna memenuhi ketetapan modal ini Rp 2 triliun tahun ini dan Rp3 triliun tahun depan,” katanya.

Daniel menambahkan, perseroan saat ini tengah mempercepat proses digitalisasi di lini layanan produk perbankan. Selain itu, Bank Ina juga melakukan penambahan kantor cabang, terutama di ibukota provinsi.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN