Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melihat  pergerakan saham di layar elekronik Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta.  Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melihat pergerakan saham di layar elekronik Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

IPO Unicorn Picu Pendalaman Pasar Modal

Jumat, 30 Juli 2021 | 17:15 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan persiapan guna mengakomodasi perusahaan-perusahaan rintisan (startup) dengan valuasi US$1 miliar lebih (unicorn) untuk segera melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Kepala Divisi Pengembangan Start-up dan SME BEI Aditya Nugraha mengatakan, IPO unicorn akan bermanfaat bagi pendalaman pasar modal Indonesia. Salah satu potensi manfaat yang akan didapatkan adalah peningkatan kapitalisasi pasar (market cap) BEI.

“Potensi peningkatan nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia sebesar Rp 553,9 triliun atau sebesar 7,69% dengan tercatatnya enam perusahaan unicorn di Indonesia,” ujar Aditya dalam acara edukasi wartawan pasar modal secara virtual, Rabu (28/7/2021).

Aditya menuturkan, keberhasilan unicorn menggelar IPO akan meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia dan meningkatkan hasrat calon unicorn lainnya untuk IPO dan tercatat di BEI.

“Terdapat sekitar 37 perusahaan yang berkategori centaur (startup dengan valuasi US$ 100 juta-US$ 1 miliar) yang berpotensi menggelar IPO, dengan nilai penggalangan dana dan kapitalisasi pasar besar,” ungkap dia.

Selain itu, Aditya menerangkan, jumlah pengguna yang besar dari masing-masing perusahaan teknologi di Indonesia memunculkan potensi pertumbuhan investor di pasar modal Indonesia melalui konversi pengguna menjadi investor perusahaan tersebut.

"Jadi, number of new investor potensinya sangat besar. Ini menjadi salah satu aspek yang kami harapkan akan meningkat ketika unicorn IPO atau listing di BEI,” ucap dia.

Kemudian, dikatakan Aditya, penambahan perusahaan tercatat dari industri teknologi meningkatkan potensi Indonesia sebagai satu tujuan investasi bagi investor global, sehingga mendorong capital inflow.

“Komposisi dari sektor teknologi di portofolio investor diperkirakan semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Divisi Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI Saptono Adi Junarso mengungkapkan, sejak 2019, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggagas peraturan mengenai multiple voting shares (MVS) atau saham hak suara multiple (SHSM) untuk mengakomodasi IPO unicor.

“Saat ini, sudah dalam tahapan RPOJK, semoga bisa keluar secepatnya. Pembahasan sudah final di OJK dan semoga bisa digunakan untuk mengakomodasi unicorn-unicorn lain untuk IPO di BEI,” ujar dia.

Di samping itu, sebagai bentuk perlindungan investor, Saptono mengatakan, pihaknya menyiapkan memberikan notasi khusus kepada perusahaan tercatat yang memiliki SHSM dalam struktur permodalan di tahap pertama.

“Menurut kami, investor harus aware, bahwa perusahaan-perusahaan ini adalah perusahaan yang akan menerapkan model bisnis berbeda. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan ini ada yang menggunakan SHSM, sehingga kami sedang menyiapkan notasi khusus yang akan disematkan selama perusahaan ini masih menerapkan SHSM,” pungkas dia.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN