Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rencana IPO Anabatic Technologies

Rencana IPO Anabatic Technologies

Jelang Implementasi BI FAST, Anabatic Siapkan Digital X’formation Platform

Selasa, 3 Agustus 2021 | 14:01 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id – PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) telah menyiapkan solusi untuk membantu perbankan secara teknologi dalam rangka menerapkan Bank Indonesia Fast Payment (BI FAST). Sebagaimana diketahui, BI menargetkan peluncuran BI FAST akhir tahun ini.

Head of Solution Anabatic Regina Anastasia mengatakan, solusi yang bisa dimanfaatkan adalah Digital X’formation Platform/DXP. Bahkan, DXP akan menciptakan komunikasi untuk omnichannel yang dimiliki bank. Platform DXP merupakan layer tambahan atau digital payment switch yang di-deployed pada server IBM untuk menjaga stabilitas serta scalable dari platform.

DXP menjadi solusi yang bisa membantu bank melakukan transformasi tidak harus mengubah seluruh sistem yang ada, tapi hanya menambah satu layer. DXP pun membantu bank untuk berkomunikasi melalui API, ISO 8583 sampai ISO 20022 yang dibutuhkan untuk transformasi menyongsong BI FAST dan new swift regulation.

“Misalnya, sebuah bank punya internal sistemcore banking-nya, terkait kartu kredit sampai dengan treasury system. Ini bisa komunikasi dengan digital system (eKYC, biometrics, e-wallet, Open API),” paparnya, dalam Webinar "Membangun Ekosistem Sistem Pembayaran Digital Menyongsong BI FAST" yang diselenggarakan Infobank dan Anabatic, Jakarta, Selasa (3/8).

Guna bisa cocok dengan konektor BI, dia menambahkan, kapabilitas platform tersebut dikembangkan secara tidak terbatas sebagai konverter saja. “Tapi kami provide dari sisi digital payment switch-nya, sehingga mempunyai nilai tidak terbatas pada koverter saja. Karena bagaimana bank harus bisa “in” dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2021,” jelasnya.

Seperti diketahui, tahun 2021 menjadi tahun percepatan pertumbuhan ekonomi digital. Memasuki era digital, masyarakat pun membutuhkan layanan sistem pembayaran yang makin cepat, mudah, murah dan aman. Layanan ini juga disambut positif industri dengan kehadiran BI Fast, karena akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi digital.

Sementara itu, Chief Economist PT Bank Mandiri Tbk Andry Asmoro mengatakan, saat ini, perbankan sudah mulai berlomba-lomba bertransformasi digital untuk memberi layanan terbaik kepada nasabah, mulai dari perubahan business model, scaleup to thebank, customer experience.

Hal tersebut dilakukan seiring dengan peningkatan penggunaan teknologi, dari 0,2% ke 50%, mulai dari internet banking hingga ke mobile banking. "Perkembangan digital native di Indonesia didorong oleh penetrasi Internet. Bank Madiri sendiri jauh telah melakukan transformasi digital, bahkan jauh sebelum pandemi," ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan EVP For Application Management & Opration Bank BRI I Nyoman Sugiriyasa. Menurut dia, saat ini, semua bank tengah berenovasi ke arah digital, banyak platfom-platform digital bermunculan, terlebih saat pandemi. Hal ini membuat sitem pembayaran digital yang murah, cepat, dan aman terus dimanfaatkan masyarakat.

"Financial services berubah dengan cepat, masyarakat sudah mulai mengurangi transaksi dengan uang tunai, yang tidak kalah pentingnya digital payment mulai sangat pesat. Yang menarik, digital platform mulai meningkatkan servis untuk bisa memenuhi kebutuhan masyatakat dengan super apps," terangnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN