Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Waskita Karya Tbk. Foto: Perseroan.

PT Waskita Karya Tbk. Foto: Perseroan.

Waskita akan Himpun Dana Rp 17,5 Triliun dari 'Rights Issue' dan Obligasi

Jumat, 13 Agustus 2021 | 06:25 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan menghimpun dana sebesar Rp 17,5 triliun dari penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dan penerbitan obligasi. Perseroan berencana menggelar rights issue senilai Rp 11,9 triliun dan emisi obligasi sebesar Rp 5,6 triliun pada tahun ini.

Waskita bakal merilis obligasi pada September mendatang. Setelah itu, perseroan akan rights issue pada Desember. Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan proyek infrastruktur dan menambah modal kerja.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan, pemerintah akan memberikan jaminan (government guarantee) untuk refinancing obligasi Waskita yang jatuh tempo. Penjaminan pemerintah mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 211 tahun 2020, yang terdiri atas skema pinjaman bank Rp 9,6 triliun dan penerbitan obligasi Rp 5,6 triliun.

Selain itu, Waskita akan rights issue senilai Rp 11,9 triliun, dimana sebesar Rp 7,9 triliun di antaranya merupakan penyertaan modal negara (PMN). Sisanya Rp 4 triliun dari investor publik. “Dengan adanya PMN dan rights issue, Waskita akan mendapatkan fresh money kurang lebih Rp 12 triliun yang akan dipakai untuk menyelesaikan 7 ruas tol,” kata Destiawan, Kamis (12/8).

Ruas tol tersebut antara lain Palembang-Betung, Ciawi-Sukabumi, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Cimanggis-Cibitung, Pasuruan-Probolinggo, dan Krian-Legundi-Manyar. Semua ruas tersebut ditargetkan selesai pada awal 2023.

Selain itu, dalam rangka restrukturisasi utang, perseroan bersama lima bank telah sepakat untuk merestrukturisasi pinjaman senilai Rp 19,5 triliun atau 65% dari total utang perseroan. Restrukturisasi ini rampung pada Agustus ini.

Restrukturisasi ini dilakukan bukan hanya kepada Waskita selaku induk, tetapi juga anak-anak usahanya, seperti PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Waskita Toll Road (WTR), PT Waskita Realty, dan PT Waskita Infrastruktur.

Kinerja

Sementara itu, Waskita Karya berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 33,4 miliar pada semester I-2021, jauh lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencatat rugi bersih Rp 1,09 triliun.

Menurut Destiawan, perbaikan kinerja tersebut merupakan hasil dari strategi bisnis yang komprehensif, yang bukan hanya berorientasi pada profit, tetapi juga untuk mendukung pembangunan nasional.

Catatan laba bersih pada semester I-2021 sekaligus menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan rugi bersih yang dialami Perseroan sepanjang tahun lalu sebesar Rp 7,38 triliun. “Pencapaian laba bersih Waskita didukung oleh keuntungan dari divestasi tol yang dilaksanakan pada kuartal II,” jelas dia.

Mengenai divestasi jalan tol, Destiawan mengungkapkan, tahun ini, Waskita merencanakan divestasi sembilan ruas tol. Hingga semester I-2021, empat ruas sudah didivestasi. Sisanya lima ruas sedang proses negosiasi, yang ditargetkan selesai pada kuartal IV.

“Kalau divestasi ini terealisasi, kami akan mendapatkan fresh money kurang lebih Rp 10 triliun dan terjadi dekonsolidasi utang sekitar Rp 20 triliun. Jadi, ini merupakan target utama yang akan mengurangi beban Waskita ke depan,” kata Destiawan.

Ke depan, Waskita menargetkan transformasi bisnis dan perbaikan internal. Dalam lima tahun ke depan, perseroan akan menjadi perusahaan engineering, procurement, and construction (EPC).

“EPC karena ke depan untuk bisnis konstruksi akan berkembang mengarah pada tipe EPC. Tidak hanya di proyek-proyek migas atau chemical, tapi di proyek-proyek konstruksi jalan dan gedung itu akan dilaksanakan secara EPC,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN