disini
Rencana 'Private Placement' Acset Disetujui
 Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Acset Indonusa Tbk. Foto: Laporan Tahunan Perseroan.

PT Acset Indonusa Tbk. Foto: Laporan Tahunan Perseroan.

Rencana 'Private Placement' Acset Disetujui

Kamis, 19 Agustus 2021 | 07:02 WIB
Ghafur Fadillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mendapatkan persetujuan dari pemegang saham mengenai rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement, dengan menerbitkan sebanyak 15 miliar saham. Dengan harga Rp 100 per saham, perseroan berpotensi meraup dana sebesar Rp 1,5 triliun.

Presiden Direktur Acset Indonusa Idot Supriadi menjelaskan, jumlah itu mewakili sebanyak-banyaknya 70,01% dari seluruh saham perseroan. Private placement ini dilakukan seiring dengan kebutuhan perseroan untuk memperkuat struktur modal.

Advertisement

Dalam aksi itu, PT Karya Supra Perkasa (KSP), anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), sebagai pemegang saham pengendali perseroan, telah menyatakan dukungan penuh untuk berpartisipasi. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan perseroan dalam menghadapi tantangan industri yang sedang berlangsung.

“Pelaksanaan penambahan modal termasuk harga pelaksanaan dan jumlah final saham baru akan kami umumkan kepada publik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” kata dia, Rabu (18/8).

Sementara itu, hingga semester I-2021, Acset Indonusa mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 14% menjadi Rp 644,07 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 748,76 miliar. Pendapatan perseroan didominasi oleh sektor konstruksi sebesar 47%, infrastruktur 40,2%, dan fondasi sebesar 8,4%. Sementara, sektor lainnya yang merupakan aktivitas perdagangan dan jasa sewa yang dilakukan anak usaha berkontribusi sebesar 4,4%.

Acset Indonusa berupaya fokus pada infrastruktur dan meningkatkan operational excellence sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam setiap proyeknya.

Dari segi kontrak, sejauh ini perseroan telah mendapatkan perolehan kontrak baru senilai Rp 191,38 miliar, yang terdiri dari proyek fondasi dan infrastruktur di antaranya fondasi BUMN Center, Jembatan Layang Arumaya Residence, dan Jalur Kereta Api Bogor-Sukabumi. Kemudian, pekerjaan perbaikan Tol Cipali KM 122, Underpass Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, dan penanganan longsor Tol Balaraja Timur KM 1.

“Kami juga sedang menjajaki beberapa kontrak baru, baik dari bangunan dan infrastruktur. Kami akan selektif dalam mengambil proyek sesuai dengan kapasitas dari perseroan sendiri. Pun, pandemi menyebabkan beberapa proyek sedikit terkendala yang seharusnya dapat dicapai pada semester pertama 2021,” jelas Idot.

Dia menegaskan, meski tidak dimungkiri persaingan semakin ketat, perseroan menilai bahwa bisnis di sektor infrastruktur masih potensial ke depan. Hal itu didukung oleh pemerintah yang makin banyak melibatkan swasta dalam proyek infrastruktur. Di sisi lain, bisnis Acset juga didukung oleh induk usaha, yakni Grup Astra.

“Acset selalu terbuka pada peluang yang ada. Saat ini yang sedang menjadi tren adalah pembangunan data center. Kami menilai cukup potensial untuk kontrak baru,” pungkasnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN