Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bank INA Perdana Tbk (Foto: Beritasatu.com)

Bank INA Perdana Tbk (Foto: Beritasatu.com)

Genjot Aset, Bank Ina Mulai Kolaborasi dengan Perusahaan Grup Salim

Senin, 23 Agustus 2021 | 14:37 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) akan menggenjot peningkatan aset melalui sinergi dengan perusahaan-perusahaan Grup Salim. Adapun, saat ini perseroan sudah mulai melakukan kerjasama dengan Grup Salim.

Hingga Juli, perseroan telah mencatat pertumbuhan total aset sebesar 36% year to date (ytd) menjadi Rp 11,4 triliun. Pertumbuhan aset terutama didorong oleh peningkatan dana pihak ketiga menjadi Rp 9,7 triliun dari Desember 2020 yang sebesar Rp 7,1 triliun. Komposisi pendanaan dana murah (CASA) juga masih terjaga baik di level 34%.

Sementara, penyaluran kredit tercatat tumbuh 5% menjadi Rp 3,1 triliun. Lalu, laba bersih Bank Ina meningkat di posisi Juli 2021 menjadi Rp 25,6 miliar dari Desember 2020 Rp 19,3 miliar.

”Rasio permodalan bank juga masih sangat kuat dengan rasio CAR di atas 30% dan masih akan meningkat dengan rencana bank untuk melakukan rights issue di semester II-2021,” ucap Direktur Utama Bank Ina Daniel Budirahayu dalam keterangan tertulis, Senin (23/8).

Perseroan sebelumnya telah mengumumkan rencana penerbitan saham baru (rights issueI dengan menggunakan laporan keuangan semester I-2021. Hal itu disebutkan dalam rencana penyampaian laporan publikasi keuangan dan laporan keuangan interim (audited) Bank Ina per 30 Juni 2021 kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bank Ina akan melakukan penambahan modal perseroan dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan penerbitan sebanyak-banyaknya 2 miliar dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Rencana tersebut telah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada RUPS yang diselenggarakan pada Juni kemarin.

Emiten bank milik Grup Salim itu, menargetkan perolehan dana dari hasil rights issue sekitar Rp 1 triliun. Daniel mengatakan, dana dari hasil right issue tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung dan mempercepat proses digitalisasi dengan memperkuat modal untuk membangun infrastruktur digital.

"Seluruh aset dan kekuatan ini akan dioptimalkan Bank Ina untuk memberikan layanan dan produk digitalisasi yang lengkap dalam satu atap untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan nasabah dari berbagai segmen, mulai dari UMKM, ritel, komersial, wholesale, dan korporasi," ujarnya.

Dia menambahkan, dengan memperkuat transformasi dan digitalisasi diharapkan kenyamanan nasabah untuk bertransaksi meningkat. “Proses digitalisasi dengan memperkuat modal untuk membangun infrastruktur digitalisasi Bank Ina,” tambah Daniel seraya berharap perseroan dapat merampungkan rencana bisnis berupa pelayanan bank berbasis digital sebelum akhir tahun ini.

Daniel menambahkan, perseroan saat ini memang tengah mempercepat proses digitalisasi di lini layanan produk perbankan. Selain itu, Bank Ina akan melakukan penambahan kantor cabang, terutama di ibukota provinsi. “Untuk capex kita akan anggarkan nanti dari dana rights issue. Fokusnya untuk pengembangan infrastruktur Bank Ina di sisi teknologi dan support layanan finansial. Kami juga akan melakukan pengembangan untuk membuka kantor di ibukota provinsi pada 2021 dan 2022, namun akan sangat selektif di mana ada kebutuhan, tidak seperti dulu jor-joran,” pungkasnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com