Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pertumbuhan pengunjung bulanan e-commerce terbesar.

Pertumbuhan pengunjung bulanan e-commerce terbesar.

Siapa Juara Marketplace di Indonesia?

Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:36 WIB
Thomas Harefa (thomas@investor.co.id) ,Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id) ,Ester Nuky

JAKARTA, investor.id – Seiring ganasnya pandemi Covid-19 sejak tahun lalu yang membatasi transaksi tatap muka, bisnis digital di Indonesia booming luar biasa.

Berdasarkan data Bank Indonesia yang diperoleh Investor Daily, Senin (23/8), transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Juli 2021 terus tumbuh seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan pembayaran digital, dan akselerasi digital banking.

Nilai transaksi uang elektronik (UE) meningkat 57,71% (year on year/yoy) mencapai Rp 25,4 triliun. Nilai transaksi digital banking juga tumbuh 53,08% (yoy) menjadi Rp 3.410,7 triliun, dan volume transaksi juga meningkat sebesar 56,07% (yoy) menjadi 649,8 juta transaksi. Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit tercatat Rp 642,3 triliun, tumbuh 6,84% (yoy). Bank Indonesia pun akan terus mendorong peningkatan transaksi nontunai untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

Lalu, seiring lonjakan masyarakat berbelanja daring, siapa yang bisa meraup keuntungan besar? “Selama pandemi, ada tiga marketplace yang tumbuh paling besar di Indonesia. Ini diindikasi dari pertumbuhan pengunjung bulanan 3 e-commerce terbesar, yakni Shopee yang mencapai sekitar 94% pada kuartal II-2020, berikutnya adalah Tokopedia sekitar 85%, dan Bukalapak sekitar 35%. Sedangkan e-commerce terbesar di Indonesia berdasarkan website search traffic Juli tahun lalu adalah Tokopedia 31,71 juta, Shopee 31,27 juta, dan Bukalapak 13,89 juta,” kata pengamat ekonomi dan keuangan Patricia M Sumampouw dalam Workshop Tiga Rahasia Meningkatkan Penjualan dengan Digital Marketing, yang diselenggarakan Rumah Kreatif dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, baru-baru ini.

Kemudian, apa penentu kesuksesan marketplace ini? Menurut wanita yang akrab disapa Anne ini, faktor yang memengaruhi pertimbangan konsumen dalam menentukan e-commerce ada 4. Faktor kunci tersebut yang paling utama adalah promosi yang tepat. Kedua adalah penggunaan yang mudah, ketiga terkait harga, dan keempat metode pembayaran.

Sementara itu, berdasarkan data McKinsey mengenai revolusi online konsumen Indonesia yang dirilis November tahun lalu, pertumbuhan kategori pembelian konsumen secara online yang tertinggi adalah obat over-the-counter (OTC) menembus 83%. Berikutnya yang masuk lima besar adalah snacks 74%, groceries 68%, buku, majalah, dan koran 63%, serta 61% furnishings and appliances.

Harus Fokus pada Pengguna
Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Rolling Glory Brian Al Bahr mengatakan, kunci utama kesuksesan marketplace adalah kesinambungan fungsi dalamnya. Selain harus memiliki strategi marketing dan operasional yang kuat, pemilik bisnis juga harus mempunyai sistem yang robust dan mudah digunakan oleh pengguna.

Brian mengatakan, marketing yang baik akan mendatangkan pengguna. "Sedangkan sistem yang didesain dengan baiklah yang akan menjaga engagement pengguna tetap loyal menggunakan aplikasi," tandasnya.

Ia juga menjelaskan ada 4 prinsip penting yang harus dijalankan, yang disebut sebagai Double Diamond process. Yang pertama, adalah focus on the user. Artinya, dalam setiap kasus, pengguna harus menjadi prioritas utama.

Kedua, communicate. Produk harus dapat berkomunikasi efektif secara visual, melalui text, gambar, dan petunjuk visual lainnya dengan inklusif.

Ketiga collaborate, yakni melakukan proses kolaborasi baik internal antardivisi maupun dengan klien dan user, sehingga produk yang dihasilkan tepat sasaran. “Keempat, iterate. Rangkaian proses ini tidak linear, melainkan sebuah siklus. Produk yang sudah release akan dievaluasi berdasarkan feedback; diperbaiki dan dikembangkan untuk lebih baik lagi,” ucapnya.

 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN