Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Patung Banteng Wulung yang menjadi ikon Bursa Efek Indonesia, di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Patung Banteng Wulung yang menjadi ikon Bursa Efek Indonesia, di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Fokus Pasar: Regulasi Baru Tiongkok Kekang Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 26 Agustus 2021 | 09:28 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Tiongkok akan terus menerus memberikan regulasi baru untuk menekan industrinya. Namun, tindakan yang dilakukan Tiongkok ini mengekang prospek pertumbuhan ekonomi negeri tirai bambu ke depannya.

Pilarmas Sekuritas dalam risetnya, Kamis (26/8), menyebutkan tindakan tersebut membuat banyak perusahaan asal Tiongkok tak menentu. Bahkan banyak pihak yang mengatakan tindakan Tiongkok harus lebih hati-hati, apalagi dengan kehadiran variant baru, justru membuat Tiongkok seharusnya lebih khawatir terkait dengan prospek pertumbuhan.

Menurut Pilarmas, memang sulit untuk mengukur dampak dengan terjadinya pemberian regulasi baru dari Tiongkok terhadap prospek pertumbuhan, namun kalau dipahami, ada beberapa hal yang bisa menjadi tolok ukur.

Tiongkok sendiri sebelumnya telah menetapkan target sebagai negara yang akan memiliki tingkat karbon netral pada tahun 2060, sebuah target yang sangat menantang.

Untuk memenuhi tujuannya, Tiongkok sudah berjanji akan meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan mengembangkan teknologi baru untuk mengurangi emisi.

Tiongkok juga berjanji untuk mengurangi produksi baja di sektor yang kerap memberikan kontribusi terhadap lebih dari 15% emisi nasional, meskipun ada peringatan dari Politbiro Partai Komunis terhadap tindakan yang akan mereka lakukan, Tiongkok tetap akan melangkah maju.

Alhasil industri baja turun ke level terendahnya dalam kurun waktu 15 bulan pada bulan Juli silam, diikuti dengan turunnya harga batubara ke level terendahnya dalam kurun waktu 4 bulan terakhir.

“Kami khawatir, pengurangan karbon yang sangat cepat, dapat mengekang pertumbuhan ekonomi jika permintaan melebihi pasokan. Apalagi sejauh ini beberapa provinsi semuanya secara serentak mengurangi emisi karbon, sehingga tidak memberikan fleksibilitas dan akan  berdampak terhadap ekonomi,” jelas Pilarmas Sekuritas.

Ditengah fase pemulihan yang terjadi saat ini, Pilarmas Sekuritas berharap bahwa Pemerintah Tiongkok lebih memperhatikan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja untuk mendorong sustainabilitas pemulihan ekonomi.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN