Menu
Sign in
@ Contact
Search
Lo Kheng Hong. Foto: Antara.

Lo Kheng Hong. Foto: Antara.

Lepas Seluruh Saham MBSS, Lo Kheng Hong Cari Saham yang 'Wonderful'

Jumat, 27 Agustus 2021 | 15:29 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA-Investor kawakan Indonesia, Lo Kheng Hong terkonfirmasi menjual seluruh sahamnya di PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS). PT Galley Ardhika Arnawama menggantikan Lo Kheng Hong menggenggam 5,82% saham Mitrabahtera Segara.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perubahan kepemilikan saham ini terjadi pada 24 Agustus 2021. Dari data tersebut, Lo Kheng Hong tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham Mitrabahtera Segara. 

Adapun pemilik saham Mitrabahtera Segara per 24 Agustus adalah PT Indika Energy Infrastructure, anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) yang memiliki 51%. Lalu, China Navigation Company Private Limited 25,68% dan PT Galley Ardhika Arnawama 5,82%.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Lo Kheng Hong mengungkapkan, penjualan saham Mitrabahtera Segara berkaitan dengan kinerja perusahaan itu. Selain itu, investor yang juga memiliki portofolio di anak usaha Indika Energy yang lain ini ingin merealisasikan keuntungannya.

"Saya ingin merealisasikan keuntungan dan karena kinerja MBSS kurang baik," jelas dia kepada Investor Daily, Jumat (27/8).

Dari keuntungan penjualan saham itu, Lo Kheng Hong mengaku akan membeli saham yang 'wonderful'. Namun dia tidak mengungkapkan lebih lanjut mengenai saham tersebut.

Lo Kheng Hong tidak mengungkapkan secara detail mengenai harga rata-rata pembelian saham MBSS. Namun dia mengaku menjual seluruh sahamnya di MBSS yang mencapai 102,91 juta saham di harga Rp 660.

Selain Lo Kheng Hong, Indika Energy Infrastructure dan China Navigation akan melakukan divestasi saham Mitrabahtera Segara Sejati kepada Galley Adhika Arnawama. Wakil Direktur Utama Indika Energy Azis Armand menjelaskan, berdasarkan rencana penjualan saham, Indika Energy akan menjual 892,51 juta atau 51% sahamnya di Mitrabahtera dengan nilai US$ 41,3 juta. 

Nilai penjualan ini dengan mempertimbangkan valuasi seluruh saham Mitrabahtera yang disepakati sebesar US$ 81 juta. Transaksi ini diharapkan selesai pada bulan Oktober 2021 dengan pemenuhan beberapa persyaratan pendahuluan.

Penjualan saham ini, lanjut Azis merupakan strategi Indika untuk mengurangi eksposur di bisnis batubara dan menambah portofolio investasi non-batubara. Adapun Indika menargetkan untuk mencapai 50% pendapatan dari sektor non batubara pada tahun 2025. 

“Mitrabahtera adalah perusahaan pelayaran energi yang dilengkapi dengan fasilitas dan armada yang lengkap dan prima, dan telah bergabung dalam Indika selama 10 tahun terakhir. MBSS juga dikelola oleh manajemen yang profesional dan menunjukkan pertumbuhan bisnis yang baik, termasuk di tahun 2021. Meski demikian, penjualan saham Indika di Mitrabahtera menjadi langkah perusahaan untuk mengurangi eksposur di bisnis batubara,” jelas Azis.

Menurut Azis, Indika terus mengkaji portofolio bisnisnya dan mengutamakan aspek berkelanjutan, serta akan fokus melakukan diversifikasi di luar sektor energi dan pertambangan. Hal ini selaras dengan tujuan Indika untuk memberi energi pada Indonesia demi masa depan yang berkelanjutan. 

“Ke depan, Indika akan mengembangkan bisnis yang sejalan dengan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan menuju netral karbon pada tahun 2050,” tutupnya.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com