Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ekaputra I milik PT GTS Internasional (GTSI). Foto: Perseroan.

Ekaputra I milik PT GTS Internasional (GTSI). Foto: Perseroan.

Jasa Sewa Kapal Jadi Kontribusi Utama GTS Internasional

Minggu, 5 September 2021 | 10:06 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id -  Sepanjang tahun 2020 PT GTS Internasional (GTSI) membukukan pertumbuhan kinerja yang positif. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2020, GTSI membukukan laba bersih sekitar US$ 16,2 juta atau Rp 233,93 miliar (kurs Rp14.440 per US$), naik dari tahun 2019 sebesar US$ 10,67 juta. Pertumbuhan laba yang positif ini tidak terlepas dari pendapatan GTSI yang masih tumbuh menjadi US$ 31,33 juta pada 2020, naik dari periode sebelumnya di tahun 2019 sebesar US$ 30,17 juta.

"Secara rinci, kontributor pendapatan GTSI berasal dari pendapatan jasa sewa kapal yang menyumbang 97.8% dari total pendapatan GTSI di tahun 2020," ungkap Wilson Sofan Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) dalam mencermati peluang bisnis Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) GTSI melalui keterangan tertulis, Minggu (5/9).

Saat ini GTSI sedang melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang sudah memasuki hari ke kedua masa penawaran yang akan berakhir Senin 6 September 2021. Dari rencana penggunaan dana hasil IPO tersebut yang telah diungkapkan sebelumnya pada prospektus IPO diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerja perusahaan jangka panjang kedepan.

Hal tersebut untuk mendukung kontrak-kontrak jangka panjang, seperti pengelolaan FSRU di Sulawesi bagian Utara. GTSI juga sedang intensif menjajaki beberapa pemilik proyek terkait pengadaan FSRU dan Liquefied Natural Gas
(LNG) carrier. Diharapkan mulai 2024-2025, bahkan 2022 pertengahan, FSRU Jawa Satu yang sudah dideliver akhir tahun lalu itu sudah menyumbang income untuk perusahaan.

Wilson juga menambahkan, penawaran IPO GTSI ini menarik bagi investor karena belum ada pesaing dari lokal yang mengangkut LNG. Sementara permintaan pasar juga berpotensi meningkat seiring rencana akan mengurangi emisi karbon, serta pemanfaatan gas yang kini sudah meluas.

Sebagaimana diketahui, sistem transportasi pengangkutan gas seperti LNG tidaklah mudah, harus memenuhi sisi keamanan serta penggunaan kapal berteknologi mutakhir. Dalam hal ini GTSI memiliki keunggulan dalam hal pengangkutan LNG ini.

RELI ditunjuk sebagai Sole Underwiter atau penjamin tunggal pelaksana emisi saham dalam rangka pelaksanaan IPO tersebut. Sampai dengan tanggal 3 September 2021 pelaksanaan emisi saham GTSI telah tercatat yang mengajukan pemesanan pembelian sudah melebihi jumlah yang ditawarkan (oversubscribe) hampir 2x (kali).

"Hal ini salah satunya karena harga penawaran yang ditentukan yaitu Rp100 per saham merupakan valuasi harga yang terjangkau yaitu pada kisaran P/E 6 kali dengan tujuan agar lebih banyak masyarakat yang dapat ikut serta dalam mengajukan pemesanan saham GTSI ini dan memiliki saham berfundamental solid, “ujar dia.

Jumlah saham yang dikeluarkan dari IPO tersebut adalah 2,4 miliar saham biasa atas nama akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia bersama dengan saham yang sudah ditempatkan dan disetor sebelum IPO sejumlah 13,4 miliar saham. Sehingga jumlah saham GTSI yang akan dicatatkan di Bursa adalah 15,8 miliar saham.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com