Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT J Resources Tbk (PSAB)

PT J Resources Tbk (PSAB)

Hingga Juni 2021, Rugi Tahun Berjalan J Resources Membengkak Jadi US$ 4,81 Juta

Minggu, 5 September 2021 | 18:39 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) membukukan peningkatan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepeda pemilik entitas induk menjadi US$ 4,81 juta pada semester I-2021, dibandingkan periode sama tahu lalu US$ 3,27 juta.

Dikutip dari Laporan Keuangan Perusahaan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), peningkatan rugi tahun berjalan tersebut terjadi saat penjualan perseroan justru naik menjadi US$149,14 juta hingga Juni 2021, dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$118,60.

Rugi bersih juga dipengaruhi atas kenaikan beban pokok penjualan yang harus dikeluarkan sepanjang semester I-21 sebesar naik menjadi US$ 84,65 juta, dibandingkan semester I-2920 sebesar US$ 55,97 juta.

Dalam laporan keuangan itu terlihat juga perusahaan harus membayar fasilitas kredit yang didapat anak usahanya, yaitu J Resources Nusantara (JRN) dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tanggal 12 Agustus 2021 atau tanggal setelahnya yang dikonfirmasikan.

Fasilitas kredit ini berasal dari Secured Facilities Agreement dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar US$ 231,98 juta pada 12 April 2019. Fasilitas kredit tersebut terbagi dalam tiga fasilitas.

Fasilitas A, dengan jumlah fasilitas maksimum US$ 96,52 juta. Bunga yang dikenakan untuk fasilitas ini adalah sebesar LIBOR 1 bulan ditambah margin sebesar 4,75% per tahun, dan jangka waktu fasilitas tersebut adalah 60 bulan atau 5 tahun sejak penandatanganan Perjanjian Kredit.

Fasilitas B dengan jumlah maksimum US$ 40 juta. Bunga yang dikenakan untuk fasilitas ini adalah sebesar LIBOR 1 bulan ditambah margin sebesar 5% per tahun, dan jangka waktu fasilitas tersebut adalah 12 bulan sejak penandatanganan Perjanjian Kredit atau sampai dengan dilunasi dari dana hasil right issue saham perusahaan.

Sedangkan fasilitas C, dengan jumlah maksimum US$ 95,45 juta. Bunga yang dikenakan untuk fasilitas ini adalah sebesar LIBOR 1 bulan ditambah margin sebesar 4,75% per tahun, dan jangka waktu fasilitas tersebut adalah 8 tahun, termasuk 2 tahun grace period terhitung sejak penandatanganan perjanjian kredit.

Pada 9 April 2021, JRN dan BNI menandatangani perjanjian perubahan atas secured facility agreement, dimana tanggal pembayaran kembali fasilitas B adalah 12 Juli 2021. Pada 9 Juli 2021, JRN dan BNI kembali mendatangani perjanjian perubahan atas secured facility agreement memperpanjang kembali tanggal pembayaran Fasilitas B menjadi 12 Agustus 2021 atau tanggal setelahnya yang dikonfirmasikan oleh agen fasilitas (bertindak atas persetujuan seluruh para pemberi pinjaman) kepada JRN secara tertulis.

Sementara itu, Debtwire melaporkan BNI telah mengirimkan surat kepada J Resources Nusantara (JRN) yang memberitahukan bahwa JRN dalam kondisi wansprestasi/dafault dan meminta percepatan pembayaran total pinjaman dengan jaminan senior senilai outstanding US$ 105 juta, menyusul kegagalan debitur untuk membayar sebagian dari fasilitas tersebut.

Debtwire melaporkan JRN diharuskan melunasi pinjaman Tranche B sekitar US$ 38 juta yang awalnya pada 12 Juli 2021. BNI memberi JRN satu bulan lagi untuk membayar fasilitas Tranche B, tetapi perusahaan gagal melakukannya dan juga melewatkan masa tenggang tujuh hari setelahnya.

Debtwire juga menuliskan bawah bank milik negara itu memperpanjang masa tenggang tujuh hari lagi, tetapi perusahaan juga melewatkan tenggat waktu 30 Agustus, mendorong BNI untuk mengirim pemberitahuan bahwa JRN sudah dalam kondisi wanprestasi/default dan meminta percepatan pembayaran pada hari berikutnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN