Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grand Kamala Lagoon di Bekasi, salah satu proyek PP Properti. Foto: Perseroan.

Grand Kamala Lagoon di Bekasi, salah satu proyek PP Properti. Foto: Perseroan.

Banyak Katalis Positif, Saham PP Properti Layak Investasi

Senin, 13 September 2021 | 07:07 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tren penurunan kasus Covid-19 di Indonesia menjadi katalis positif terhadap emiten properti dan real estat, PT PP Properti Tbk (PPRO). Korporasi pelat merah ini pun memproyeksikan pendapatan pada 2021 sebesar Rp 1,7 triliun dan EBITDA sebesar Rp 328 miliar.

"Pencapaian positif ini karena PP Properti akan mengembangkan properti KIT Batang yang menjadi salah satu proyek strategis nasional di Jawa Tengah dengan total area seluas 4.300 hektare (ha)," kata Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada, Minggu (12/9).

PP Properti telah melakukan kesepakatan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama dengan KIT Batang pada 1 September 2021. Saat ini, ada sekitar 7 ha yang PP Properti siapkan untuk dikembangkan dengan nilai investasinya akan mencapai Rp 759 miliar. 

"Ke depannya, KIT Batang diproyeksikan mencatat revenue sebesar Rp 1,5 triliun, tapi ini akan tergantung dari penyerapan dari para tenant. Tampaknya, KIT Batang akan memberikan tambahan kinerja PP Properti, sehingga nantinya kinerja perseroan dapat tercatat lebih baik pada tahun ini," ujar Reza.

Diketahui, PP Properti menargetkan peningkatan yang disertai dengan kenaikan liabilitas dan ekuitas perseroan. Hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan peningkatan aset dari Rp 18,58 triliun pada 2020 menjadi Rp 19,62 triliun. Adapun ekuitas perseroan pada akhir 2021 diharapkan mencapai Rp 4,76 triliun serta liabilitas menjadi Rp 14,86 triliun.

Direktur Utama PP Properti I Gede Upeksa Negara optimistis terhadap proyeksi tahun ini, karena membaiknya kondisi pandemi Covid-19 dan didorong oleh langkah strategis perseroan. “Seiring dengan membaiknya kondisi Covid-19 yang sudah menurun cukup bagus dan pelaksanaan PPKM juga sudah mulai turun levelnya. Nanti di akhir tahun kami optimis akan mencapai kinerja seperti yang kami harapkan,” tuturnya.

Di sisi properti, Gede mengungkapkan salah satu strategi perseroan yaitu mendukung program pemerintah baik melalui kawasan industri maupun pariwisata juga akan menjadi pendorong pencapaian proyeksi perseroan.

Ditambah, PP Properti mampu menyerap aspirasi dan perubahan pasar yang ada, dimana kebutuhan mulai bergeser. Perseroan akan menerapkan perubahan tersebut pada produk-produk propertinya sehingga bisa terserap pasar.

Adapun insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit rumah susun telah memberikan dampak positif bagi perseroan.

Sementara itu, Direktur Keuangan PP Properti Deni Budiman menambahkan, penjualan properti perseroan naik sekitar 2-4% secara tahunan pada semester I-2021. Deni menilai, dampak tersebut kurang signifikan lantaran insentif baru diterbitkan pada Maret 2021. "Untuk sampai akhir tahun, kami masih optimistis insentif PPN dapat memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap penjualan unit ready stock," ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN