Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 RS Grha Kedoya.

RS Grha Kedoya.

Grup Emtek Mulai Borong Saham Kedoya Adyaraya

Selasa, 14 September 2021 | 06:46 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek, mengakuisisi 18% saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), pengelola RS Grha Kedoya. Nilai aksi borong saham itu mencapai Rp 287,8 miliar.

Presiden Direktur Sarana Meditama Metropolitan Jusup Halimi menjelaskan, sebelumnya perseroan sudah memiliki 0,49% saham Kedoya Adyaraya. Namun, pada 9 September 2021, perseroan menambah kepemilikannya sebanyak 167,34 juta saham atau menjadi 18,49%. “Tujuan dari transaksi untuk investasi jangka panjang," jelas dia dalam keterangan tertulis, Senin (13/9).

Adapun dalam keterangan sebelumnya, Sarana Meditama yang merupakan pengelola OMNI Hospitals menyebutkan bahwa pihaknya tengah bernegosiasi untuk mengakuisisi 66% saham Kedoya Adyaraya. Manajemen mengungkapkan, dalam transaksi ini, kedua pihak tidak memiliki hubungan afiliasi.

“Transaksi ini untuk memperluas kegiatan usaha pelayanan Sarana Meditama dalam bidang pelayanan kesehatan dengan membangun dan mengelola rumah sakit di Indonesia,” ungkap manajemen.

Pernyataan itu disampaikan tepat sehari setelah Kedoya Adyaraya resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Usai listing, perseroan pun berencana untuk menjalankan beberapa rencana bisnis dengan menggunakan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Berdasarkan prospektus, sebesar 14% dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk pengembangan RS Grha Kedoya. Secara rinci, sekitar 49% untuk penambahan fasilitas baru berupa bangunan BPJS yang rencananya akan dilakukan pada tahun 2023, sekitar 13% untuk pengembangan sistem teknologi informasi terkini yang rencananya akan dimulai pada tahun 2022, dan sisanya untuk modal kerja, terutama dalam hal menjaga kelancaran arus kas untuk memenuhi biaya operasional dan persediaan.

Kemudian, sekitar 45% akan dialokasikan dalam bentuk pinjaman ke PT Sinar Medika Sejahtera (SMS), yang akan digunakan sekitar 81% untuk pembayaran sebagian utang SMS di PT Bank Permata Tbk pada tahun 2021, sekitar 3% akan digunakan untuk pengembangan sistem teknologi informasi terkini di RS Grha MM2100 yang rencananya akan dimulai pada tahun 2022.

Lebih lanjut, sekitar 11% akan digunakan untuk modal kerja, dalam hal menjaga kelancaran arus kas untuk memenuhi biaya operasional dan persediaan, serta sisanya akan disalurkan ke PT Sinar Medika Farma (SMF) dalam bentuk pinjaman, yang akan digunakan untuk modal kerja SMF berupa pemenuhan biaya operasional dan persediaan.

Dana IPO juga dialokasikan perseroan dalam bentuk pinjaman ke PT Sinar Medika Alam Sutera (SMAS), sekitar 87% untuk pembangunan rumah sakit baru, yaitu Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten, yang dimiliki oleh SMAS yang rencananya akan dimulai pada tahun 2021.

Sementara itu, sisanya akan digunakan untuk modal kerja berupa pemenuhan biaya persiapan pembukaan rumah sakit, persediaan, dan biaya lainnya yang rencananya akan diberikan pada tahun 2023 sebelum RSIA beroperasi pada awal tahun 2024.

Di sisi lain, Emtek sebelumnya melakukan pembelian 203,1 juta saham Sarana Meditama Metropolitan pada harga Rp 635 per saham, sehingga total dana yang dikeluarkan Rp 128,97 miliar. “Transaksi dilakukan pada 25 Juni 2021 untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung. Usai transaksi tersebut, kepemilikan saham Emtek di Sarana Meditama meningkat menjadi 73,89% dar sebelumnya 72,19%,” jelas Jusup.

Perusahaan juga telah meraih persetujuan pemegang saham untuk menggelar penerbitan saham baru atau penawaran umum terbatas II (PUT II) dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau HMETD. Perseroan berniat menggalang dana hingga Rp 2 triliun.

Perseroan dalam keterbukaan informasi di BEI menyebutkan bahwa perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 5,7 miliar saham baru melalui aksi rights issue. Jumlah tersebut setara 32,44% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Sebagian besar dana hasil rights issue dimanfaatkan untuk akuisisi perusahaan berhubungan dengan rumah sakit, yaitu PT Elang Medika Corpora, anak usaha Emtek, yang mencapai Rp 1,35 triliun. Selain itu, sebagian dana tersebut juga akan digunakan untuk akuisisi rumah sakit ke depan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN