Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT HK Metals Utama Tbk. Foto: Perseroan.

PT HK Metals Utama Tbk. Foto: Perseroan.

HK Metals: Kinerja Perusahaan Masih Sejalan dengan Transformasi Bisnis

Selasa, 14 September 2021 | 13:06 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT HK Metals Utama Tbk (HKMU), emiten yang bergerak di industri manufaktur building material khususnya berbahan baku aluminium, telah merilis laporan keuangan konsolidasi interim untuk semester I-2021 pada 31 Agustus 2021.

Mengutip laporan keuangan tersebut, HK Metals mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 236,8 miliar, turun 46,7% dibandingkan semester I-2020 yang sebesar Rp 444 miliar. Situasi pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM sejak awal tahun masih menjadi katalis negatif atas penurunan pendapatan usaha perseroan.

Meski demikian, menurut Direktur dan Sekretaris Perusahaan HK Metals Jodi Pujiyono Susanto, hal itu masih sesuai dengan langkah strategis yang dimulai sejak akhir 2020, dimana perseroan melakukan transformasi bisnis untuk lebih meningkatkan porsi penjualan pada segmen manufaktur yang memiliki margin profitabilitas lebih baik daripada segmen distribusi.

“Tahun lalu, manajemen HK Metals mengambil langkah strategis untuk berfokus pada segmen manufaktur dengan tujuan meningkatkan kinerja profitabilitas perseroan. Per Juni 2021, segmen trading atau distribusi hanya mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,6 miliar dibandingkan segmen manufaktur yang mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 234,2 miliar,” ungkap Jodi dalam keterangan tertulis.

Selanjutnya, laba kotor perseroan per 30 Juni 2021 tercatat sebesar Rp 27,5 miliar, menurun dari pencapaian tahun lalu. Namun, perseroan mencatatkan margin laba kotor sebesar 11,6%, naik 10 bps dari 30 Juni 2020 yang sebesar 11,5%.

“Margin laba kotor kami mampu naik tipis dengan adanya perubahan fokus pada segmen manufaktur yang memang memiliki profitabilitas lebih baik. Adanya kenaikan pada harga raw material, namun belum tercermin pada peningkatan harga penjualan pada semester I-2021 yang menyebabkan margin laba kotor hanya naik tipis. Pada awal semester II-2021 baru akan tercermin dengan adanya peningkatan harga penjualan mengikuti peningkatan harga raw material tersebut,” jelas Jodi.

Selain itu, transformasi bisnis yang dilakukan HK Metals juga sudah mulai menunjukkan perkembangan dari sisi produksi. Produksi pipa PVC naik 5,2% dari 1.367 ton menjadi 1.438 ton, kloset sanitary naik 56,5% dari 184.074 pcs menjadi 288.067 pcs, pipa stainless naik 105,74% dari 158 ton menjadi 325 ton, dan aluminium ekstrusi naik 1,1% dari 2.664 ton menjadi 2.693 ton.

“Dari sisi produksi, di bawah pimpinan baru Pak Ade Kurniawan sebagai direktur operasional, kami mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas fasilitas produksi. Itu terlihat dari adanya peningkatan produksi pada hampir seluruh lini bisnis kami. Ke depannya, kami juga akan berfokus pada penghematan biaya-biaya, terutama pada fixed cost, sehingga mampu meningkatkan profitabilitas,” tambah Jodi.

Selain berhasil melaksanakan transformasi dari operasional bisnis, tahun ini HK Metals juga berhasil melakukan restrukturisasi kredit kepada para rekanan institusi keuangan, baik bank maupun non-bank, sehingga mampu menurunkan beban keuangan secara signifikan. Per 30 Juni 2021, HK Metals mencatatkan beban keuangan sebesar Rp 15,5 miliar, turun sebesar 65,2% YoY dari beban keuangan per 30 Juni 2020 sebesar Rp 44,5 miliar.

“Fokus manajemen baru untuk mengoptimalisasikan struktur pendanaan dengan melakukan restrukturisasi keuangan dengan seluruh kreditur perseroan. Dengan keberhasilan program restrukturisasi ini, kami mampu memperbaiki struktur pendanaan, yang terlihat dari penurunan beban keuangan secara signifikan dan perbaikan rasio interest bearing debt to equity menjadi 0,80 kali pada Juni 2021 dari 0,85 kali pada Desember 2020,” jelas Jodi.

Restrukturisasi pendanaan tersebut berdampak langsung pada rugi bersih HK Metals. Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 9,6 miliar dengan margin laba bersih -4,0% per 30 Juni 2021, membaik dibandingkan per 30 Juni 2020 yang membukukan rugi bersih Rp 22,9 miliar dengan margin laba bersih -5,2%.

Ke depan, menurut Jodi, perseroan berkomitmen untuk kembali meningkatkan kinerja perusahaan dengan beberapa langkah strategis yang sudah disusun secara matang sebelumnya. Didukung pula dengan adanya penunjukan direksi dan dewan komisaris baru yang kompeten pada bidangnya masing-masing, perseroan optimistis mampu untuk meningkatkan kinerjanya sejalan dengan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sejalan dengan penurunan level PPKM yang akan mendorong pemulihan ekonomi khususnya sektor infrastruktur, kami optimistis permintaan terhadap produk-produk perseroan juga akan meningkat. Pemulihan ekonomi ini akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan mampu menjadi momentum yang baik untuk mencatatkan kinerja lebih baik,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com