Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas di main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Aktivitas di main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Fokus Pasar: Surplus Neraca Perdagangan Indonesia

Rabu, 15 September 2021 | 08:28 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (15/9/2021), akan ditopang oleh sentimen positif data neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 yang diproyeksikan alami surplus.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, data tersebut ditunggu-tunggu para pelaku pasar yang menjadi cermin bahwa optimisme terkait pemulihan masih berlanjut. Sejalan, dengan permintaan global yang masih cukup kuat, meski dihadang kasus terpapar varian Delta.

Akan tetapi, berdasarkan data, sebenarnya surplus perdagangan Indonesia pada Agustus lalu mengalami penurunan.

“Menurunnya surplus disebabkan oleh perlambatan ekonomi sebagai dampak dari adanya Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sepanjang Agustus,” jelas Pilarmas dalam riset harian, Rabu (15/9).

Pilarmas menambahkan, PPKM level 3 – 4 memberikan dampak pada ketidakpastian aktivitas investasi dan juga produksi. Terlihat dari PMI Manufaktur Indonesia pada Agustus 2021 lalu, masih terjebak pada zona kontraksi yaitu 43,7, meskipun sedikit membaik dari posisi 40,1 pada Juli 2021.

Lebih lanjut, apabila merujuk konsensus yang dihimpun oleh Trading Economics pada bulan Agustus 2021. Ekspor Indonesia, diperkirakan tumbuh 37,15% secara tahunan, sedangkan impor diproyeksikan tumbuh 45,05%. Naiknya harga komoditas yang diiringi dari meningkatnya permintaan dinilai menjadi penopang pertumbuhan ekspor.

“Salah satu pelanggan terbesar komoditas adalah negara-negara dengan industri yang besar, seperti Tiongkok. Hal ini, akan menjadi perhatian para pelaku pasar,” ujar Pilarmas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN