Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Foto: Perseroan.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Foto: Perseroan.

Analis: Jadi Sumber Pertumbuhan Baru, Holding UMi Bisa Dongkrak Harga Saham BBRI ke Level Tertinggi

Rabu, 15 September 2021 | 14:03 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berpotensi mencetak harga tertinggi karena terdongkrak Holding Ultramikro (UMi) sebagai sumber pertumbuhan baru perseroan.

Analis/pengamat pasar modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada mengatakan, penawaran harga saham baru BRI Rp 3.400 per unit tergolong sangat menarik. Terlebih harga saham BBRI saat ini stabil di kisaran Rp 3.800 hingga Rp 4.000.

"Dengan harga seperti itu (Rp 3.400), seharusnya ini sangat menarik. Apalagi kalau dilihat posisi tertinggi BRI yang pernah dicapai adalah Rp 4.950. Maka potensi gain-nya cukup tinggi untuk mencetak rekor lagi,” kata Reza di Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Reza menuturkan, BRI punya potensi pengembangan kinerja yang sangat besar dengan pembentukan Holding UMi tahun ini. Pada Senin (13/9), Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto, dan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani atau PNM Arief Mulyadi menandatangani akta inbreng sebagai salah satu proses pembentukan Holding UMi.

Integrasi strategis ini, menurut Reza Priyambada, dapat menjadi peluang besar bagi BRI untuk mendiversifikasi bisnisnya sehingga penetrasi ke pasar akan lebih dalam dan menciptakan ekosistem penyaluran kredit yang kuat untuk memacu pertumbuhan kinerja di masa datang.

Di sisi lain, kata Reza, investor memiliki optimisme terhadap prospek bisnis Holding UMi ke depan, di mana BRI berperan sebagai induk bakal memperkuat ekosistem usaha UMi bersama Pegadaian dan PNM.

“Bagaimana pun kinerja historis dan prospeknya ini sangat besar dan lebih pasti. Holding pun akan menambah optimisme investor untuk terus mengapresiasi saham BBRI lebih lanjut. Potensi peningkatan harganya juga sangat tinggi," papar dia.

Sangat Murah

Optimisme serupa diungkapkan pengamat pasar modal dan Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi. Dia bahkan mencatat ada 10 investor besar yang melakukan penjualan saham BBRI puluhan juta lot pada 2020.

“Itu dilakukan untuk menunggu momentum yang lebih baik guna menyerap kembali saham BBRI di masa datang. Rights issue guna pembentukan holding adalah momentum yang sangat tepat untuk kembali berinvestasi di BBRI,” tutur dia.

Dia menjelaskan, proyeksi aksi beli dalam jumlah besar akan mendorong peningkatan harga BBRI yang cukup signifikan. "Pada 2020 ada 10 top brokerage houses melakukan aksi jual. Investor pun harus mewaspadai program buying setidaknya dari lima investor besar tersebut, baik sebelum maupun setelah penerbitan saham Bank BRI," ucap dia.

Edhi berpendapat, harga pelaksanaan rights issue BRI sebesar Rp 3.400 tergolong sangat murah. Bahkan, keuntungan dapat tetap dicetak investor hanya dengan menggunakan hak dan menjualnya pada hari pertama perdagangan setelah aksi korporasi.

"Maka dari itu, memang akan sangat untung jika menggunakan hak. Ini adalah momentum spesial. Emiten yang menjual di bawah harga pasar itu selalu menarik dan menguntungkan," jelasnya.

Edhi mengatakan, investor pun akan mendapat untung lebih besar lagi jika berkomitmen untuk periode yang lebih panjang. "Menebus hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) berpotensi memberikan return hingga 32% pada harga maksimal Rp 5.025 atau 2,5 kali harga buku dalam 12 bulan investasi," tutur dia.

Dalam public expose secara daring pada 9 September 2021, Direktur Keuangan BRI, Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari mengungkapkan, sekitar 60-70% dana hasil rights issue bakal digunakan untuk modal kerja Holding UMi bersama Pegadaian dan PNM. Adapun sisanya untuk modal kerja bisnis mikro dan kecil.

BRI menawarkan maksimal 28,213 miliar saham baru seri B atas nama dengan nilai nominal Rp 50 per saham atau maksimal 18,62% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penambahan modal dengan HMETD I.

 

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN