Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik petrokimia Chandra Asri di Cilegon, Banten. (IST)

Pabrik petrokimia Chandra Asri di Cilegon, Banten. (IST)

Chandra Asri Rampungkan Rights Issue Rp 15,5 Triliun, Thai Oil Jadi Pemegang Saham Utama

Rabu, 15 September 2021 | 14:45 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sukses merampungkan proses penerbitan saham baru untuk menambah modal (rights issue) senilai Rp 15,5 triliun atau US$ 1,1 miliar dan merupakan salah satu rights issue terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejalan dengan aksi korporasi itu, Thai Oil kini menjadi salah satu pemegang saham utama perseroan.

Setelah rights issue, jumlah saham beredar Chandra Asri meningkat 3,79 miliar, yakni menjadi 21,62 miliar saham dari semula 17,83 miliar saham. Komposisi saham publik mencapai 8,2% dan memenuhi persyaratan saham publik (free float) yang digariskan BEI.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporasi, Chandra Asri Suryandi menyambut baik keberhasilan rights issue dan menyambut Thai Oil sebagai pemegang saham utama baru Chandra Asri.

"Dana hasil rights issue akan memberi kami fondasi ekuitas yang kuat untuk melanjutkan rencana mengembangkan kompleks petrokimia kedua secepatnya. Kami berterima kasih atas dukungan berkelanjutan dari pemegang saham, investor, regulator, dan pemangku kepentingan utama lainnya untuk membuat transaksi ini sukses dan luar biasa," kata Suryandi dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (15/9).

Menurut Suryandi, PT Top Investment Indonesia, anak usaha Thai Oil Public Company Limited, bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). Pada Juli 2021, Chandra Asri menetapkan Thai Oil sebagai mitra terpilih untuk mendukung pengembangan kompleks petrokimia kedua (CAP2), melalui proses seleksi investor strategis.

Sesuai rencana, kata dia, dana hasil rights issue akan digunakan untuk pengembangan dan pembangunan kompleks petrokimia terintegrasi kedua berskala global oleh anak usaha, PT Chandra Asri Perkasa. Kompleks ini terdiri atas unit cracker, olefin terpolimerisasi, serta fasilitas dan utilitas terkait. Hal ini sejalan dengan strategi Chandra Asri memperluas kapasitas produksi dan skala usaha untuk melayani kebutuhan pasar Indonesia.

Kuasai 15% Saham

Suryandi mengungkapkan, dengan berhasilnya pelaksanaan proses rights issue dan injeksi ekuitas, Thai Oil memegang 15% kepemilikan saham dan menjadi pemegang saham utama bersama PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan SCG Chemicals. Thai Oil dan Chandra Asri juga telah menandatangani perjanjian penjualan dan pembelian bahan baku untuk pasokan nafta dan gas minyak cair ke Chandra Asri dan CAP 2, serta perjanjian distribusi produk.

Dia menambahkan, keputusan investasi akhir (final investment decision/FID) untuk CAP 2 ditargetkan pada 2022. Thai Oil dan SCG Chemicals berkomitmen berinvestasi lebih lanjut secara kolektif hingga US$ 400 juta. Metode investasi selanjutnya ditentukan para pihak dan tetap tunduk pada persetujuan pemegang saham serta otoritas pemerintah terkait di Indonesia.

“Nilai investasi di CAP 2 diproyeksikan mencapai US$ 5 miliar. Konstruksi diperkirakan akan memakan waktu empat hingga lima tahun sehingga bisa menciptakan 25 ribu lapangan pekerjaan selama periode tersebut,” tutur dia.

Dengan adanya CAP 2, menurut Suryandi, kapasitas produksi Chandra Asri akan bertambah dari 4,2 juta ton per tahun menjadi lebih dari 8 juta ton per tahun.

“Hal ini akan membantu perseroan memenuhi permintaan domestik Indonesia yang terus meningkat, mengurangi ketergantungan impor, mengembangkan industri hilir petrokimia lokal, mendukung visi pemerintah untuk Industri 4.0, dan menciptakan karier jangka panjang bernilai tinggi,” papar dia.

 

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN