Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Warga memindai kode batang PeduliLindungi sebelum berbelanja di Hero Supermarket di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (14/9/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Warga memindai kode batang PeduliLindungi sebelum berbelanja di Hero Supermarket di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (14/9/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Jual Aset, Hero Supermarket Raih Dana Rp 280 Miliar

Kamis, 16 September 2021 | 10:16 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- PT Hero Supermarket Tbk (HERO) melakukan penjualan aset yakni gedung IKEA Sentul City kepada PT Archipelago Property Development (APD) sebagai perusahaan terafiliasi. Nilai transaksi dari penjualan aset tersebut, mencapai Rp 280 miliar.

Manajemen Hero Supermarket menjelaskan, dana yang diperoleh dari pelepasan aset itu akan digunakan untuk mengurangi fasilitas pinjaman, mendukung kebutuhan modal kerja dan kas operasional. Dengan demikian, diharapkan memperkuat posisi keuangan perseroan dan mengurangi utang bersih.

"Transaksi ini akan memberikan perseroan kemampuan untuk monetisasi aset yang tidak likuid dengan nilai pasar wajar dan memberikan fleksibilitas neraca tambahan kepada perseroan,” jelas manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/9).

Penandatanganan transaksi telah dilakukan kedua pihak pada 27 Agustus lalu dan termasuk transaksi afiliasi lantaran HERO dan APD berada di bawah pemegang saham yang sama, yaitu Jardine Matheson Holdings Limited.

Untuk diketahui, IKEA sendiri merupakan waralaba yang dikelola oleh HERO melalui anak perusahaannya yakni PT Rumah Mebel Nusantara (RUMAH). Menurut manajemen, saat ini perseroan masih dihadapkan dengan kondisi yang menantang akibat pandemi Covid-19 yang memperlambat kinerja ekonomi. Ke depan, kondisi ini diproyeksikan terus berlanjut pada tahun 2021.

Posisi neraca keuangan perseroan juga telah menurun secara signifikan selama 12 bulan terakhir dengan membukukan posisi kas bersih sebesar Rp 168 miliar pada 31 Desember 2020 dan posisi utang bersih sebesar Rp 463 miliar pada 31 Desember 2020.

Untuk itu, perseroan menyiapkan beberapa strategi, seperti mengubah pendekatan perdagangannya dengan meningkatkan investasi di merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket dan beralih dari merek Giant. Sejalan dengan itu, perseroan telah menjajaki divestasi sejumlah properti yang dimiliki, dengan harapan memberikan fleksibilitas neraca yang lebih baik untuk menunjang jalannya kegiatan usaha selama pandemi serta inisiatif pertumbuhan di masa depan.

IKEA Sentul City saat ini sedang disewakan kepada anak perusahaannya, yaitu RUMAH melalui perjanjian sewa menyewa. Setelah melalui negosiasi, perseroan berencana menjual IKEA Sentul City kepada APD yang kemudian akan disewakan kembali kepada RUMAH.

Adapun sebelumnya pada 9 Juli 2021, Hero mendirikan anak usaha baru bernama PT Distribusi Mebel Nusantara (DMN) yang bergerak di kegiatan usaha perdagangan besar. Pendirian anak usaha dilakukan bersama RUMAH.

“Pendirian DMN memiliki maksud dan tujuan, antara lain untuk melakukan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar,” kata GM Corporate Secretary & Legal Strategy PT Hero Supermarket, Iwan Nurdiansyah.

Sementara itu, hingga semester pertama 2021, Hero Supermarket kembali membukukan rugi bersih hingga Rp 551,08 miliar dari sebelumnya mencatatkan rugi Rp 204,14 miliar dengan biaya non-recurring sebesar Rp 537 miliar yang timbul akibat restrukturisasi bisnis Giant.

Presiden Direktur Patrick Lindvall mengatakan, kinerja keuangan underlying bisnis ritel Hero pada semester pertama terus terkena dampak negatif dikarenakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) maupun restrukturisasi yang telah diumumkan.

“Pemberlakuan pembatasan perdagangan yang ketat di pusat perbelanjaan/mal telah mengubah pola belanja pelanggan secara substansial dan mengurangi jumlah kunjungan pelanggan ke lokasi-lokasi ini,” pungkasnya.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN