Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Foto: Perseroan.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Foto: Perseroan.

Agresivitas Sarana Menara Akuisisi Solusi Tunas yang Nilainya Ditaksir hingga Rp 24 Triliun

Jumat, 17 September 2021 | 10:11 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) kian agresif menjadi perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia. Hal ini ditopang oleh langkah perseroan mengakuisisi sebanyak 90% saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), yang nilainya diperkirakan sebesar Rp 15-24 triliun.  

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Yosua Zisokhi mengungkapkan, akuisisi tersebut akan menambah 6.410 menara telekomunikasi Sarana Menara, sehingga total menara yang dikuasai dan dikelola perseroan meningkat menjadi 27.985 unit.

Akuisisi ini menjadikan perseroan bersaing ketat dengan PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), yang mengelola sekitar 28 ribu menara telekomunikasi.

“Sarana Menara melalui anak usahanya, Protelindo, bakal mengakuisisi sebanyak 90% saham Solusi Tunas Pratama. Akuisisi ini akan menambah jumlah menara Sarana Menara dan memperkuat bisnis serat optik perseroan dengan penambahan 8.053 kilometer,” tulis Yosua dalam risetnya.

Harga saham TOWR dalam satu dekade terakhir
Harga saham TOWR dalam satu dekade terakhir

Mengenai nilai akuisisi 90% saham Solusi Tunas, dia menyebutkan bahwa Sarana Menara melalui Protelindo berpotensi menggelontorkan dana sekitar US$ 1,1-1,7 miliar atau setara Rp 15,6-24,2 triliun. Nilai akuisisi tersebut merefleksikan EV/EBITDA sekitar 10-15 kali.

Dengan adanya tambahan 6.410 menara, Sarana Menara bersaing ketat dengan Mitratel yang mengelola 28 ribu menara dengan tenancy ratio 1,5 kali atau di bawah Sarana Menara 1,89 kali. Namun, akuisisi ini bisa berdampak pada peningkatan beban bunga perseroan dengan perkiraan kenaikan net debt/EBITDA dari 2,4 kali menjadi 4,6-5,5 kali.

“Dengan rasio utang tersebut, kondisi keuangan perseroan masih terkendali dengan baik,” jelasnya.

Hal ini mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan pandangan positif terkait rencana Sarana Menara mengakuisisi Solusi Tunas. Rencana aksi korporasi tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham TOWR dari Rp 1.300 menjadi Rp 1.600.

Sarana Menara Nusantara. Foto: beritasatu.com
Sarana Menara Nusantara. Foto: beritasatu.com

Adapun laba bersih perseroan tahun ini diproyeksikan naik menjadi Rp 3,27 triliun dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 2,83 triliun.

Pendapatan juga diharapkan bertumbuh dari Rp 7,44 triliun menjadi Rp 8,23 triliun pada 2021.

Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengungkapkan, Sarana Menara menunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid tahun ini, setelah berhasil membukukan kenaikan pendapatan Rp 4 triliun pada semester I-2021, sehingga terbuka peluang untuk mencatatkan pendapatan sebesar Rp 8,2 triliun hingga akhir tahun ini.

Begitu juga dengan laba bersih diperkirakan bertumbuh menjadi Rp 3,29 triliun sampai akhir 2021, setelah mencetak laba bersih senilai Rp 1,68 triliun pada semester I-2021. Hal itu seiring rendahnya pajak, penurunan beban bunga, dan peningka tan collocation menara telekomunikasi yang dikendalikan perseroan.

“Kami melihat bahwa penurunan beban bunga akan memperkuat pertumbuhan laba bersih perseroan tahun ini. Sedangkan permintaan menara telekomunikasi menunjukkan tren yang tetap stabil,” tulis Niko dalam risetnya.

Kinerja keuangan Sarana Menara Nusanrtara
Kinerja keuangan Sarana Menara Nusanrtara

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham TOWR dengan target harga direvisi naik dari Rp 1.500 menjadi Rp 1.900. Target harga tersebut juga menggambarkan tren peningkatan margin keuntungan perseroan.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan BRI Danareksa Sekuritas terhadap peningkatan laba bersih Sarana Menara menjadi Rp 3,29 triliun tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 2,88 triliun.

Begitu juga dengan pendapatan diproyeksikan meningkat dari Rp 7,44 triliun menjadi Rp 8,2 triliun.

Sebelumnya, Sarana Menara menyatakan bahwa rencana pengambilalihan saham Solusi Tunas dilakukan melalui proses tender atau lelang, dimana pembeli (Protelindo) terpilih sebagai pemenang setelah proses lelang selama empat bulan. Penandatanganan perjanjian jual beli atau sale and purchase agreement antara Protelindo dan penjual dilakukan pada 4 September 2021.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN