Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indosat Ooredoo.

Indosat Ooredoo.

Merger Indosat-Hutchison 3: Buy ISAT, Harganya Masih Murah pula!

Jumat, 17 September 2021 | 13:02 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Ooredoo Group dan CK Hutchison Holdings Limited mengumumkan penandatanganan kesepakatan transaksi definitif untuk pengajuan penggabungan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia, yaitu PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia.

Penggabungan bisnis Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 dengan nama baru PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk dinilai akan menciptakan sebuah perusahaan telekomunikasi digital dan internet yang lebih besar dan lebih kuat secara komersial, serta memberikan nilai tambah kepada seluruh pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat Indonesia sehingga menjadi daya tarik investor jangka panjang pada industri ini.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto merekomendasikan investor untuk membeli saham Indosat, seiring pengumuman kesepakatan transaksi definitif tersebut karena memiliki prospektif bisnis yang sangat menjanjikan. “Merger ini juga akan memperkuat posisi keduanya dalam industri seluler di Tanah Air. (Harga saham ISAT) uptrend, oleh karena itu rekomendasinya buy dengan taking profit di Rp 7.300-8.400," kata William, seperti dilansir Antara, Jumat (17/9).

Menurut William, Indosat dan Hutchison 3 memiliki kekuatan yang saling mendukung dalam rangka mendorong perusahaan hasil peleburan tersebut berlari lebih kencang di tengah persaingan industri telekomunikasi yang makin ketat. "Kekuatan Indosat-Hutchison 3 cukup kuat, namun pada puncaknya menurut saya akan jadi sama kuatnya seperti TLKM (PT Telkom Indonesia Tbk)," tutur William.

Lebih lanjut dia mengatakan, Indosat Ooredoo Hutchison akan berada pada posisi yang kuat untuk berkontribusi pada percepatan pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital Indonesia. Perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia dengan perkiraan pendapatan tahunan hingga US$ 3 miliar.

Dari sisi kinerja keuangan, pada semester I-2021, Indosat membukukan laba sebesar Rp 5,59 triliun. Sementara itu, Hutchison 3 pada periode Maret 2021 mencatat pendapatan sebesar Rp 14,5 triliun, saat yang sama pendapatan Indosat mencapai Rp 28,7 triliun. Dengan demikian, pendapatan kedua perusahaan setelah merger menembus Rp 43,2 triliun.

Saat ini, Indosat memiliki 60 juta pelanggan aktif yang tersebar di seluruh Tanah Air, sedangkan Hutchison 3 memiliki pelanggan sebanyak 44 juta, sehingga dengan penggabungan jumlah pelanggan keduanya mencapai 104 juta pelanggan.

Dari sisi spektrum frekuensi, penggabungan Indosat dan Hutchison 3 akan menggenggam frekuensi sebesar 72,5 MHz, yang terdiri atas frekuensi 900 MHz (2 X 12,5), frekuensi 1800 MHz (2 X 20, 2 X 10), dan frekuensi 2100 MHz (4 x 15), sehingga sangat memadai untuk mengelola jumlah pelanggannya dan potensi penambahan jumlah pelanggan baru.

Konsolidasi Strategis

Konsolidasi kedua perusahaan dinilai akan memberikan keunggulan strategis yang sangat positif bagi kinerja perusahaan karena hasil peleburan tersebut menjadi lebih kuat dan besar. Selain itu, menjadi sebuah keuntungan bagi pasar modal karena perusahaan hasil merger tersebut tetap akan melantai di bursa saham. Hal itu akan memberikan prospek yang positif juga bagi para investor yang berinvestasi terutama di sektor telekomunikasi.

Perusahaan baru juga dapat memperluas bisnis dan jaringannya setelah memperoleh izin mengelola jaringan 5G. Penggabungan ini menjadikan bisnis jaringan 5G menjadi prospektif untuk dikembangkan karena perusahaan memiliki kemampuan finansial yang kuat, jumlah pelanggan yang meningkat, jaringan yang makin luas, dan bekal pengalaman yang mumpuni.

Managing Director of Ooredoo Group Aziz Aluthman Fakhroo mengatakan, kesepakatan merger tersebut adalah suatu langkah besar untuk mencapai visi bersama dalam menciptakan nilai yang luar biasa untuk para pelanggan dan pemegang saham lewat penggabungan dua perusahaan telekomunikasi terdepan Indonesia. “Perusahaan gabungan akan memiliki skala, kemampuan keuangan, dan keahlian untuk bersaing dengan lebih efektif," kata dia.

Aziz menegaskan, penggabungan aset dan produk dari Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 yang saling melengkapi bakal mendorong inovasi dan pengembangan jaringan yang akan memungkinkan perusahaan memberikan layanan digital terbaik dan memperluas tawaran produknya bagi pelanggan di berbagai pelosok Indonesia.

Bersamaan dengan penggabungan bisnis, CK Hutchison akan mendapatkan 50% saham dari Ooredoo Asia dengan menukar 21,8% sahamnya di Indosat Ooredoo Hutchison untuk 33% saham di Ooredoo Asia. Pada akhir transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan secara bersama-sama oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison.

Perusahaan gabungan akan tetap terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan Pemerintah Indonesia memiliki 9,6% saham, PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memiliki 10,8% saham, dan pemegang saham publik lainnya memiliki kira-kira 14% saham.

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, setelah merger yang pastinya perusahaan menjadi lebih solid dari segi modalnya, efesiensi akan tercipta, dan fokus dalam meningkatkan pelayanan akan semakin baik.

“Kekuatannya dalam menghadapi persaingan bisnis akan menjadi bertambah dan bisa bersaing dengan baik. Untuk proyeksi harganya, terdekat ada peluang menguat atau menguji ke resistance Rp 7.425. Jika break, bisa lanjut ke Rp 8.750 dalam jangka menengah. Untuk meminimalisir penurunan boleh perhatikan level support Rp 6.575,” jelas Sukarno.

Secara valuasi, tambahnya, saham ISAT masih tergolong murah dengan rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan atau price to book value (PBV) di bawah 1 kali.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN