Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Nilai IPO Cetak Rekor, bakal Ada BUMN

Jumat, 17 September 2021 | 23:40 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, terdapat 26 perusahaan yang mengantre untuk melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Dari 26 perusahaan itu, sebanyak dua perusahaan di antaranya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak usahanya.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, sampai dengan 16 September 2021, sudah ada 38 perusahaan yang mencatatkan saham di bursa dengan penggalangan dana mencapai Rp 32,14 triliun.

"Nilai tersebut merupakan perolehan dana terbesar yang dihimpun perusahaan melalui IPO sejak diaktifkannya kembali pasar modal pada tahun 1977. Pencapaian terbesar sebelumnya yaitu pada 2010 dengan penghimpunan dana Rp 29,67 triliun dari 23 perusahaan," jelas dia dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9).

Lebih lanjut, pada 16 September 2021, bursa juga mencatat 26 perusahaan yang berada dalam pipeline saham. Sebanyak dua dari 26 perusahaan itu adalah BUMN dan anak usahanya. Selain itu, terdapat satu perusahaan yang tergolong start-up dan merupakan hasil binaan dari IDX Incubator. Perusahaan ini berada di sektor teknologi dan sub-sektor software dan IT services, sebuah perusahaan teknologi informasi inkubator start-up yang membangun produk perangkat lunak.

Sementara itu, dilihat dari aset perusahaan, sebanyak empat perusahaan memiliki aset skala kecil atau di bawah Rp 50 miliar. Kemudian, sebanyak tujuh perusahaan memiliki aset skala menengah atau di antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sedangkan 15 perusahaan beraset skala besar atau di atas Rp 250 miliar.

Dilihat dari sektornya, sebanyak satu perusahaan dari sektor basic materials, tiga perusahaan dari sektor industrials, satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, enam perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, enam perusahaan dari sektor consumer cyclicals, dan satu perusahaan dari sektor teknologi. Kemudian, tiga perusahaan dari sektor energi, tiga perusahaan dari sektor keuangan, satu perusahaan dari sektor properti dan real estat, serta satu perusahaan dari sektor infrastruktur.

Tahun ini, BEI optimistis pencatatan (listing) saham oleh emiten baru melampaui 53 perusahaan. Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menjelaskan, tahun ini, BEI menargetkan sebanyak 66 pencatatan untuk semua instrumen, baik saham, obligasi, exchange traded fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), maupun Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA). “Khusus saham, kami menargetkan 53 pencatatan,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN