Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek konstruksi PT Acset Indonusa Tbk

Salah satu proyek konstruksi PT Acset Indonusa Tbk

Acset Indonusa Raih Kontrak Baru Rp 300 Miliar

Minggu, 19 September 2021 | 06:17 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) membukukan kontrak baru sebanyak Rp 300 miliar hingga September 2021. Nilai kontrak paling besar disumbang oleh proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) Besai Kemu, sekitar Rp 120 miliar.

Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa Maria Cesilia Hapsari mengatakan, apabila dibandingkan dengan tahun lalu, raihan kontrak baru ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu.

“Perseroan melihat bahwa industri konstruksi masih memegang peranan yang krusial dalam pembangunan Indonesia. Dengan demikian, Acset akan terus aktif memanfaatkan peluang yang tersedia bagi perusahaan,” jelasnya kepada Investor Daily, akhir pekan ini.

Maria menambahkan, perseroan secara hati-hati memilih proyek dengan mempertimbangkan pekerjaan yang membawa lebih banyak pengembangkan kompetensi, serta nilai tambah bagi pemangku kepentingan. Untuk diketahui, pada tahun ini perseroan berfokus pada sektor struktur, infrastruktur dan fondasi. Semisal, pada sub-sektor infrastruktur seperti pengerjaan jalan tol landed maupun elevated, pelabuhan, pembangkit listrik dan bandara.

“Kami menerapkan analisa Know Your Customer/KYC yang menyeluruh sebelum kami memutuskan untuk mengikuti satu tender,” ujarnya.

Perihal penggunaan capital expenditure/capex, Maria menerangkan, bahwa bisnis pada dunia konstruksi, tidak membutuhkan aset yang terlalu besar lantaran mengikuti kebutuhan proyek dan pencapaian proyek baru. Perseroan mencoba untuk melengkapi value chain yang ada, melalui anak perusahaan yang bergerak di bidang rental alat berat, jasa formwork/bekisting, rental passenger hoist dan tower crane, maupun entitas asosiasi yang menyediakan jasa concrete pumping.

Sehingga, capex digunakan perseroan untuk menambah dan mengganti alat produksi perseroan yang sudah habis masa pakainya. Hingga semester pertama 2021, Acset Indonusa telah menghabiskan sebanyak Rp 8,5 miliar.

“Belakangan ini, kami belum banyak spending capex lantaran masih mengoptimalkan utilisasi aset yang sudah diinvestasikan dalam 2 tahun ke belakang. Ke depannya, kami akan selalu kaji kebutuhan capex,” kata Maria.

Sementara itu, terkait incaran pendapatan dan laba pada akhir tahun 2021. Perseroan masih belum bisa memberikan informasi secara rinci. Namun yang pasti, dalam kondisi yang seringkali dihadapkan dengan tantangan yang dapat menimbulkan ketidakpastian industri. Perseroan tetap optimistis, dalam melihat seluruh peluang yang ada.

Adapun sebelumnya, Acset Indonusa mendapatkan persetujuan dari pemegang saham mengenai rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement, dengan menerbitkan sebanyak 15 miliar saham. Dengan harga Rp 100 per saham, perseroan berpotensi meraup dana sebesar Rp 1,5 triliun.

Presiden Direktur Acset Indonusa Idot Supriadi menjelaskan, jumlah itu mewakili sebanyak-banyaknya 70,01% dari seluruh saham perseroan. Private placement ini dilakukan seiring dengan kebutuhan perseroan untuk memperkuat struktur modal.

Dalam aksi itu, PT Karya Supra Perkasa (KSP), anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), sebagai pemegang saham pengendali perseroan, telah menyatakan dukungan penuh untuk berpartisipasi. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan perseroan dalam menghadapi tantangan industri yang sedang berlangsung.

“Pelaksanaan penambahan modal termasuk harga pelaksanaan dan jumlah final saham baru akan kami umumkan kepada publik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” jelasnya.

Dari segi keuangan, hingga semester I-2021, Acset Indonusa mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 14% menjadi Rp 644,07 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 748,76 miliar. Pendapatan perseroan didominasi oleh sektor konstruksi sebesar 47%, infrastruktur 40,2%, dan fondasi sebesar 8,4%. Sementara, sektor lainnya yang merupakan aktivitas perdagangan dan jasa sewa yang dilakukan anak usaha berkontribusi sebesar 4,4%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN