Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Pusat PT Waskilta Karya Tbk.

Kantor Pusat PT Waskilta Karya Tbk.

Restrukturisasi Utang Rp 29,2 T, Waskita Raih Dukungan 21 Bank

Senin, 20 September 2021 | 06:35 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berhasil bernegosiasi dengan 21 bank dan mendapatkan dukungan penuh perihal restrukturisasi utang senilai Rp 29,2 triliun atau 75% dari total utang perseroan.

Persetujuan itu sekaligus melengkapi Master Restructuring Agreement (MRA) dengan 7 bank yang ditandatangani pada 25 Agustus 2021. Pada 15 September 2021, perseroan kembali mendapatkan dukungan dari 14 bank melalui penandatanganan perjanjian aksesi restrukturisasi. Dengan demikian, total 21 bank telah mendukung penuh restrukturisasi utang perseroan.

Adapun bank-bank tersebut adalah BNI, Bank Mandiri, BRI, BTPN, Bank Syariah Indonesia (BSI), BPD Jawa Barat dan Banten, Bank DKI, Bank Panin, Bank Permata, Bank KEB Hana, Bank Shinhan, Bank CTBC Indonesia, Maybank, BNP Paribas, Bank SBI Indonesia, Bank Resona Perdania, Bank UOB, Bank of China, Bank QNB, Bank OCBC NISP, dan Bank CCB Indonesia.

Dukungan 21 bank tersebut diberikan dengan memperpanjang masa kredit hingga 5 tahun ke depan dan tingkat suku bunga yang lebih kompetitif.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan, proses restrukturisasi ini merupakan bagian dari transformasi bisnis perusahaan yang tertuang dalam 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita. Transformasi ini merupakan komitmen perseroan untuk menjamin going concern dan mengelola fondasi keuangan yang kuat, serta implementasi prinsip tata kelola yang baik pada seluruh elemen perusahaan.

“Perseroan sangat mengapresiasi penuh dukungan dari para perbankan yang telah memahami bahwa proses restrukturisasi ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan, sekaligus akan meningkatkan kepercayaan dan optimisme seluruh pihak kepada Waskita,” kata Destiawan dalam keterangan resmi, Minggu (19/9).

Waskita menargetkan pertumbuhan kinerja positif dengan CAGR hingga 25% pada 3 sampai 5 tahun ke depan. Hasil implementasi 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita ini mulai tercermin pada kinerja perseroan semester I-2021 yang mencatatkan laba bersih usaha sebesar Rp 33,4 miliar atau meningkat 102,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Program 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita terdiri atas proses restrukturisasi perseroan selaku induk beserta anak usaha, penjaminan pemerintah, penyertaan modal negara (PMN) dan rights issue, divestasi aset jalan tol, penyelesaian konstruksi, transformasi bisnis, serta implementasi GCG dan manajemen risiko.

Perseroan juga memperoleh dukungan penuh dari pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan strategi-strategi penyehatan keuangan Waskita. Dengan implementasi 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita, perseroan diharapkan dapat berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam pengembangan infrastruktur di Indonesia.

Katalis Positif

Selain restrukturisasi utang, divestasi ruas tol dan aset lainnya juga dapat berdampak positif. Perseroan melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road, telah menandatangani CSPA divestasi sebanyak 55% saham PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP) yang mengembangkan ruas tol Cibitung-Cilincing senilai Rp 2,49 triliun kepada PT Akses Pelabuhan Indonesia (API). Sebelum transaksi, API tercatat sebagai pemegang 45% saham CTP.

“Transaksi tersebut akan berdampak pada penurunan utang setelah tidak dikonsolidasikannya lagi utang pengembang ruas tersebut senilai Rp 5-6 triliun. Nilai utang tersebut setara dengan beban bunga sebesar Rp 437 miliar per tahun ini,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Maria Renata dalam risetnya.

Waskita telah merealisasikan divestasi empat ruas tol dari target sembilan ruas sepanjang 2021. Divestasi empat ruas tersebut mencerminkan dana sebesar Rp 6,9 triliun atau setara dengan 63% dari total target dana dari divestasi aset berkisar Rp 10-11 triliun.

Perseroan juga akan mendapatkan tambahan modal dari pemerintah senilai Rp 7,9 triliun tahun ini. Jika hal tersebut direalisasikan, perseroan kemungkinan menggelar rights issue senilai Rp 11,96 triliun.

Beragam sentimen positif tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham WSKT dengan target harga Rp 1.200. “Kami melihat restrukturisasi utang dan divestasi aset akan menjadi katalis terhadap pergerakan harga saham perseroan tahun ini,” jelas Maria.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN