Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pialang memantau pergerakan saham di sebuah sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pialang memantau pergerakan saham di sebuah sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Fokus Pasar: Surplus Neraca Perdagangan Indonesia

Senin, 20 September 2021 | 09:12 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Perdagangan awal pekan diwarnai sentimen positif dari tren surplus neraca perdagangan bulan Agustus, dan memicu antusias investor asing untuk masuk secara massif pada pasar saham.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, neraca perdagangan pada bulan Agustus tercatat surplus sebesar US$ 4,74 miliar. Capaian tersebut merupakan hasil dari kontribusi naiknya ekspor non migas sebesar US$ 5,43 miliar, di samping defisit neraca migas sebesar US$ 1,23 miliar.

Selain melanjutkan tren surplus yang telah terjadi selama 16 bulan berturut-turut. Raihan tersebut, merupakan surplus yang terbesar sejak tahun 2006 dan diharapkan turut menjadi motor perekonomian Indonesia ke depan.

“Pada rentang Januari hingga Agustus 2021, surplus neraca perdagangan mencapai total US$ 19,17 miliar,” jelas Pilarmas dalam riset harian, Senin (20/9).

Secara rinci, total ekspor bulan Agustus 2021 tercatat sebesar US$21,42 miliar bulanan dan tahunan masing-masing naik 20,95% dan 64,1%.

Nilai ekspor Agustus 2021 merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2000 serta memiliki angka pertumbuhan yang lebih tinggi dari konsensus perkiraan angka pertumbuhan ekspor yang hanya sekitar 36,1% YoY.

Peningkatan didukung oleh ekspor non-migas yang tumbuh sebesar 63,4% YoY maupun sektor migas yang tumbuh sebesar 77,9% YoY. Secara kumulatif, total ekspor sepanjang tahun berjalan mencapai US$142,01 miliar atau meningkat 37,77% YTD yang didominasi oleh ekspor CPO dan bahan bakar mineral.

“Kenaikan ekspor menunjukkan sinyal pemulihan permintaan dunia. Dengan implementasi PEN dan kebijakan yang mendukung kinerja ekspor, dunia usaha di Indonesia diharapkan semakin mampu memanfaatkan potensi pemulihan ekonomi dunia dan ekspor ke depan,” ujar Pilarmas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN