Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Level PPKM Turun, Bahana TCW Proyeksi IHSG Tembus Level 6.500 pada Akhir 2021

Senin, 20 September 2021 | 10:25 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Penurunan level Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) berimbas positif pada pemulihan ekonomi di kuartal IV-2021. Dengan melihat adanya pemulihan yang terus membaik terutama di sektor riil, maka Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) meyakini ekonomi pada kuartal IV akan jauh membaik yang berimbas terhadap kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Chief Economist Bahana TCW Budi Hikmat mengatakan, pemulihan ekonomi akan meningkatkan kepercayaan investor baik dalam maupun luar negeri terhadap pasar domestik. Dengan demikian, Bahana TCW memproyeksikan IHSG masih memiliki ruang untuk naik ke level 6.500, sampai dengan akhir tahun 2021.

“Namun kita juga harus tetap waspada karena pandemi ini masih belum berakhir, potensi fenomena black swan masih akan terus terjadi terutama jika melihat aturan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang masih memiliki risiko besar karena untuk remaja usia di bawah 12 tahun belum menerima vaksin sehingga memiliki potensi besar sebagai pembawa (carrier),” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (20/9).

Aturan Pemerintah mengenai PPKM di tengah melonjaknya kasus Covid-19 sejak Juli lalu kini mulai menunjukkan hasil yang positif. Salah satunya terlihat pada angka positivity rate secara nasional mengalami penurunan di angka 3,05%, sementara di DKI Jakarta yang merupakan jantung perekonomian Indonesia angka positive rate-nya mencapai 1,8%. Capaian angka penurunan ini sudah berada jauh di bawah standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO) yakni di 5%.

Budi menambahkan, improvement yang dilakukan pemerintah dalam menangani lonjakan Covid-19 hasilnya sudah mulai terlihat, secara kesehatan kita sudah di posisi jauh lebih baik dibanding tiga bulan sebelumnya. Pemerintah pun mulai menurunkan level PPKM, bahkan di sejumlah daerah di pulau jawa telah diturunkan menjadi level 2. Ini merupakan angin segar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain aturan PPKM, dalam rangka pemulihan ekonomi, Pemerintah juga memfokuskan pada percepatan vaksinasi di beberapa daerah yang merupakan epicentrum perekonomian Indonesia seperti di DKI Jakarta, Bali, dan wilayah lainnya. Portofolio vaksin yang dimiliki pemerintah saat ini juga sudah sangat lengkap seperti Sinovac, Astrazeneca, Sinopharm, Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson. Dari sisi suplai ini diperkirakan akan mencukupi kebutuhan vaksinasi nasional.

“Pemerintah telah berhasil memberikan respons yang baik terhadap fenomena outbreak pada bulan Juni dan Juli kemarin. Apabila kondisi pengendalian Covid-19 ini terus terkendali, peluang untuk perbaikan ekonomi pada kuartal IV akan terbuka lebar. Ini merupakan buah dari kinerja kolektif yang baik antara Pemerintah dalam memperkuat testing, tracing serta mendorong vaksinasi dan masyarakat yang patuh terhadap aturan PPKM,” ujar Budi.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN