Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pencatatan saham Bukalapak di BEI, Jumat (6/8/2021)..

Pencatatan saham Bukalapak di BEI, Jumat (6/8/2021)..

Bukalapak Sukses Pangkas Kerugian, Apa sih Kuncinya?

Selasa, 21 September 2021 | 12:15 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Manajemen PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sukses memangkas kerugian yang lumayan signifikan pada kuartal II-2021 dibanding periode sama  tahun silam (year on year/yoy). Apa sih kuncinya?

Bukalapak berhasil memangkas rugi komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada kuartal II-2021 sebesar 25,32% dibanding kuartal II-2020 dari Rp 1,026 triliun menjadi Rp  766,23 miliar.

Hingga kuartal II-2021, emiten yang pada Agustus lalu memecahkan rekor penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai Rp 21,9 triliun itu mencatatkan rugi usaha Rp 776,16 miliar, turun 24,80% dibanding rugi usaha kuartal II-2020 sebesar Rp 1,032 triliun. “Rugi periode berjalan turun  25,24% dari Rp 1,026 triliun menjadi Rp 767,03 miliar,” jelas manajemen Bukalapak.

Di sisi lain, hanya dalam tempo enam bulan, aset Bukalapak melonjak 56%, yaitu dari Rp 2,59 triliun pada akhir Desember 2020 menjadi Rp 4,04 triliun pada kuartal II-2021. Pada periode yang sama, total liabilitas meningkat 3,5% dari Rp 985,82 miliar menjadi Rp 1,02 triliun.

"Total ekuitas melesat 88% menjadi Rp 3,01 triliun dari semula Rp 1,60 triliun," jelas  manajemen Bukalapak dalam keterbukaan informasi kepada otoritas bursa.  

Berkat Strategi O2O

Manajemen Bukalapak membeberkan, kinerja keuangan membaik terutama karena perseroan sukses menerapkan strategi online to offline (O2O). O2O adalah program Bukalapak dalam menyuplai kebutuhan para mitra berupa toko atau warung pengecer yang menjual barang kebutuhan sehari-hari.

“Pertumbuhan  pada kuartal II-2021 sebagian besar didukung  volume pembayaran total (total payments volume/TPV) mitra yang melonjak 237% (yoy). Kami percaya strategi all-commerce kami yang menggabungkan inisiatif online dan offline sangat penting untuk memenuhi kebutuhan konsumen di kota-kota non-tier 1,” papar perseroan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (21/9).

Manajemen Bukalapak mengungkapkan, 70% lebih bisnis Bukalapak saat ini berasal dari luar kota tier 1 di Indonesia. “Diferensiasi kami dari pemain e-commerce lainnya terlihat melalui strategi mitra yang kami miliki,” tegas manajemen perseroan.

Kontribusi segmen mitra Bukalapak, menurut manajemen perseroan, terus tumbuh mewakili 48% dari TPV dan 33% dari pendapatan pada kuartal II-2021, jauh lebih tinggi dibanding 22% dari TPV dan 12% dari pendapatan yang tercatat pada periode sama tahun silam.

“Pendapatan mitra secara quarter to quarter (Q toQ) stagnan karena one-off accounting booking pada kuartal I-2021,” tutur manajemen Bukalapak.

LIhat juga: Kerugian Bukalapak Menyusut, Lho! 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN