Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT J Resources Tbk (PSAB)

PT J Resources Tbk (PSAB)

Gagal Bayar Utang, J Resources Asia Berpotensi Cross Default

Selasa, 21 September 2021 | 13:57 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - PT J Resources Asia Tbk (PSAB) mengklaim telah mendapat dukungan refinancing dari beberapa calon kreditur untuk melunasi fasilitas pinjaman B kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Namun adanya pemberitaan terkait gagal bayar perseroan, refinancing utang tersebut urung terlaksana hingga jatuh tempo. Akan tetapi, perseroan tetap berupaya untuk meyakinan calon kreditur untuk bersedia membantu perseroan, termasuk menawarkan sejumlah aset perseroan kepada investor.

Corporate Secretary J Resources Asia Pasifik Edi Permadi mengatakan, selain proses refinancing, perseroan menjajaki investor yang tertarik untuk membeli aset-aset perseroan. "Kami tidak memiliki kapasitas untuk memberikan informasi atas langkah-langkah yang akan dilakukan Bank BNI,” dikutip dalam keterbukaan informasi BEI di Jakarta, Selasa (21/9).

Pada umumnya, setiap perjanjian pinjaman dari tiap-tiap kreditur memiliki pasal tentang tidak tergantung dari siapa debiturnya (cross default). Namun, hingga kini, perseroan masih dapat memenuhi kewajiban kepada sejumlah kreditur lain dan pemegang obligasi.

Sebelumnya, Bank BNI meminta J Resources Nusantara (JRN), anak usaha J Resources Asia segera membayar kredit yang telah jatuh tempo sesuai perjanjian pada 31 Agustus 2021. Hal itu tertuang dalam jawaban BBNI atas pertanyaan regulator bursa yang diunggah pada laman bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/9).

BNI menyebutkan pihaknya telah mempertimbangkan prospek bisnis industri pertambangan dan kemampuan bayar anak usaha J Resources sebelum mengucurkan pinjaman itu. Oleh sebab itu, BNI telah melakukan mitigasi atas potensi risiko yang terjadi seperti menetapkan pencadangan.

Sementara itu, J Resources telah menyampaikan jawabannya atas pernyataan BBNI itu. Dalam jawaban PSAB kepada BEI disebutkan tengah dalam proses pembiayaan ulang atas Fasilitas B senilai USD40 juta kepada BBNI. Bahkan, pada tanggal 27 Agustus 2021, perseroan dan salah satu pihak yang akan memberikan fasilitas refinancing atas Fasilitas B melakukan pertemuan dengan BBNI.

Dalam pertemuan tersebut, pihak JRN akan membayarkan sebagian dari Fasilitas B, yaitu sebesar USD 5 juta sebelum tanggal 31 Agustus 2021 dan sisa dari Fasilitas B, yaitu sebesar USD 32,987 juta beserta bunganya akan dibayarkan secara penuh paling lambat tanggal 30 September 2021.

Selanjutnya, pada tanggal 27 Agustus 2021, JRN mengirimkan surat kepada BBNI yang berisi mengenai komitmen JRN untuk melaksanakan hasil diskusi antara JRN dan BBNI tersebut dan pada tanggal 30 Agustus 2021.

Ditegaskan, JRN telah membuktikan komitmennya sesuai hasil diskusi pada tanggal 27 Agustus 2021, dengan melakukan pembayaran sebagian Fasilitas B kepada Bank BNI, yaitu sebesar US$ 5 juta.

Sayangnya, pada 1 September 2021, JRN menerima surat dari BBNI yang menyatakan bahwa Fasilitas A dan Fasilitas B yang telah diutilisasi oleh JRN berdasarkan Secured Facilities Agreement, yaitu sebesar USD 95,087 juta menjadi jatuh tempo dan harus dibayar secara sekaligus dan seketika.

“Kami sangat terkejut karena isi dari surat tersebut sangat berbeda dengan hasil pertemuan antara JRN dan BNI pada tanggal 27 Agustus 2021,” tulis manajemen PSAB.

Untuk diketahui, fasilitas B senilai US$ 50 juta yang diraih pada tanggal 12 April 2019 sejatinya jatuh tempo pada tanggal 12 April 2020. Rencananya, fasilitas ini akan dilunasi dengan dana hasil right issue.

Selain, itu JRN juga mendapat Fasilitas A sebesar US$ 96,529 juta yang akan jatuh tempo pada 16 Maret 2024. Kemudian, Fasilitas C sebesar USD 95,455 juta yang akan jatuh tempo 8 tahun sejak tanggal perjanjian.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN