Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Fokus Pasar: BI Pertahankan Suku Bunga Rendah

Rabu, 22 September 2021 | 09:21 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan 7DRRR pada level 3.5%. Keputusan ini dinilai perlu diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur BI yang digelar pada tanggal 20 – 21 September lalu. Bank Indonesia melihat kinerja ekonomi domestik telah menunjukkan adanya perbaikan secara bertahap seiring dengan perbaikan mobilitas akibat pelonggaran PPKM. Pada awal Agustus 2021, aktivitas domestik membaik dan tercermin dari beberapa indikator diantaranya penjualan retail, PMI manufaktur, sistem kliring BI dan RTGS yang menunjukkan adanya peningkatan.

Selain itu, kinerja ekspor tetap kuat seiring dengan kenaikan permintaan dari mitra dagang. kemudian, rupiah tercatat dalam posisi depresiasi 1,35% secara year to date, relatif lebih rendah dibanding mata uang negara berkembang lainnya seperti Malaysia, Filipina dan Thailand.

Bank Indonesia mencatat, sebanyak Rp 2,99 triliun modal asing keluar dari pasar keuangan domestik pada minggu ketiga September 2021. Aliran modal asing yang keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 4,03 triliun dan pasar saham sebesar Rp 1,04 triliun. Di sisi lain, aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik sepanjang 2021 tercatat mencapai Rp 18,21 triliun.

Pada saat yang sama, imbal hasil SBN tenor 10 tahun tercatat meningkat menjadi 6,14%. Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Upaya lainnya, juga dilakukan dengan memperkuat langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Bank Indonesia menilai kondisi perekonomian Indonesia saat ini dapat lebih kuat dibandingkan pada tahun 2013 untuk menghadapi fluktuasi dari pasar keuangan dimana The Fed diproyeksikan akan segera melakukan tapering.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN