Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek Waskita Karya.

Salah satu proyek Waskita Karya.

PMN Selamatkan  Cashflow  Waskita dan Adhi    

Kamis, 23 September 2021 | 09:30 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Penyertaan modal negara (PMN) yang  disuntikkan pemerintah tahun depan kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dan Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) masing-masing sebesar  Rp 3 triliun dan Rp 1,98 triliun akan menyelamatkan arus kas (cashflow) kedua emiten BUMN Karya tersebut. Dengan mendapat injeksi modal, Waskita dan Adhi  bakal  memiliki  arus kas yang lebih longgar.

Menurut analis senior MNC Sekuritas, M Rudy Setiawan, PMN  akan membantu arus kas  perusahaan-perusahaan konstruksi BUMN, termasuk  Waskita dan Adhi Karya, yang belakangan  ini tertekan  akibat  pandemi Covid-19 dan lamanya proses divestasi  aset.

“Alhasil, ke depan, investor tinggal melihat bagaimana BUMN-BUMN Karya dapat memanfaatkan secara optimal PMN tersebut,” tutur Rudy kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (22/9).

Apalagi, kata Rudy Setiawan, beberapa BUMN Karya saat ini masih berusaha memperbaiki neraca utangnya, misalnya Waskita yang memiliki utang cukup besar. “Jadi, PMN ini setidaknya memberi sedikit napas. Walaupun belum berdampak cukup besar, ada napas tambahan yang diberikan pemerintah kepada BUMN-BUMN Karya,” ucap Rudy.

Berdasarkan laporan keuangan Waskita, emiten yang banyak menggarap pembangunan tol penugasan pemerintah itu merugi  Rp 1 triliun pada semester I-2020. Namun, pada semester I-2021, keuangan Waskita membaik, dengan membukukan laba bersih Rp  41 miliar.

Meski demikian,  rasio utang Waskita masih  tinggi. Emiten bersandi saham  WSKT itu memiliki rasio utang terhadap ekuitas (debt to eqiuity ratio/DER) sebesar  5,75 kali

Kondisi keuangan Adhi Karya lebih baik. Jika pada semester I tahun silam  BUMN ini menorehkan  laba Rp 6,9 miliar, maka pada semester I-2021 labanya meningkat 19% menjadi  Rp 8,2 miliar. Hanya saja, seperti Waskita, Adhi juga punya utang yang besar. Emiten pelat merah yang melantai di bursa dengan kode saham ADHI ini  memiliki  DER  5,97 kali.

Proyek Adhi Karya. Foto: RUHT SEMIONO
Proyek Adhi Karya. Foto: RUHT SEMIONO

Eksekusi Tender

Rudy Setiawan mengungkapkan,  kunci kinerja 2022 adalah bagaimana BUMN Karya mengeksekusi tender-tender proyek. Soalnya pada 2020 dan 2021 beberapa tender proyek ditunda karena pemerintah fokus pada penanganan pandemi Covid-19. Ditambah lagi, pemerintah tetap melanjutkan pembangunan ibu kota negara (IKN) baru. Itu bisa menjadi sentimen positif bagi BUMN Karya ke depan.

“Jadi, secara cashflow saat ini bisa diibilang napas mereka tersendat-sendat. Tapi ke depan, kalau eksekusi tendernya berhasil, perusahaan-perusahaan konstruksi bisa membaik lagi. Jadi, sambil melihat kondisi 2022 seperti apa, saya masih merekomendasikan kepada investor untuk wait and see,” kata Rudy.

Waskita dan Adhi termsuk di antara delapan BUMN yang bakal mendapat  suntikan PMN tahun depan. Khusus  emiten BUMN, selain Waskita dan Adhi, ada dua emiten lainnya yang akan mendapat PMN, yaitu  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

PMN yang akan diberikan  kepada Waskita, Adhi, BNI,  dan BTN  merupakan bagian dari PMN senilai total Rp 55,88 triliun yang akan diinjeksikan kepada delapan BUMN tahun depan. Empat BUMN lainnya adalah BUMN nonpublik, yaitu Perum Perumnas, PT PLN (Persero), PT Hutama Karya (Persero)/HK, serta PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero).

 BNI dan BTN masing-masing bakal kebagian PMN Rp 3,5 triliun dan Rp 1,98 triliun. Sedangkan Perumnas, PLN, HK, dan Aviasi akan disuntik masing-masing Rp 1,57 triliun, Rp 5 triliun, Rp 31,35 triliun, dan Rp 7,5 triliun.  

Rencana pemerintah menginjeksikan PMN senilai total Rp 55,88 triliun kepada delapan BUMN, termasuk empat emiten pelat merah, sudah mendapat restu parlemen.

Dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN, Erick Thohir di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/9), Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima menegaskan, Komisi VI DPR menyetujui PMN tunai tahun anggaran 2022 yang telah disepakati Kementerian Keuangan (Kemenkeu). DPR juga menyetujui usulan PMN tambahan 2022.

“Kami sudah melakukan pendalaman dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan mitra kerja penerima PMN,” tutur Aria Bima saat membacakan hasil kesimpulan rapat.

Menurut Menteri BUMN, Erick Thohir, dalam usulan awal, baru lima BUMN yang disetujui mendapat PMN tahun depan, yaitu Perumnas, PLN, HK, Waskita, dan Adhi. Namun, kemudian disetujui tambahan PMN bagi tiga BUMN lainnya, yakni BNI, BTN, dan Aviasi. Selain itu, PMN untuk HK yang semula direncanakan Rp 23,85 triliun, ditambah Rp 7,5 triliun.

“Saya baru dapat informasi dari hasil pertemuan banggar dan Kemenkeu. Mereka telah mengetok palu (setuju) untuk tambahan PMN, kami diminta melaporkan di sini (Komisi VI) karena sudah masuk cadangan investasi di Kemenkeu dan APBN,” papar Erick.

Erick Thohir menjelaskan, PMN Perumnas akan digunakan untuk memperbaiki struktur permodalan dan melanjutkan program pengadaan Satu Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kemudian PMN PLN bakal digunakan untuk membangun infrastruktur ketenagalistrikan berupa transmisi, gardu induk, dan distribusi listrik desa.

Adapun PMN yang diberikan kepada HK, menurut Erick Thohir, akan dialokasikan untuk menyelesaikan konstruksi delapan ruas Tol Trans Sumatera (JTTS) dengan target tambahan sepanjang 162 km. Lalu, PMN Waskita bakal digunakan untuk merampungkan pembangunan ruas Tol Kayuagung-Palembang-Betung dan ruas Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi.

Selanjutnya PMN Adhi Karya untuk menyelesaikan pembangunan Tol Solo Yogya-Kulonprogo dan Yogyakarta-Bawen serta SPAM Regional Karian-Serpong. Sedangkan PMN BNI dan BTN akan digunakan untuk tambahan modal. “PMN Aviasi juga akan dimanfaatkan untuk tambahan modal dan mendukung program-program anak usaha holding,” ucap Menteri BUMN.

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Foto: Hutama Karya
Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Foto: Hutama Karya

PMN 2021

Dalam raker kemarin, Komisi VI DPR juga merestui injeksi PMN 2021 sebesar Rp 52,03 triliun untuk delapan BUMN. Angka ini termasuk PMN tambahan senilai Rp 16,9 triliun.

“PMN tersebut mayoritas akan digunakan untuk menjalankan penugasan dari pemerintah, seperti pembangunan tol dan pelistrikan desa-desa. Total diberikan untuk tahun ini sebesar Rp 35,13 triliun, yang tambahannya Rp 16,9 triliun," ujar Menteri BUMN, Erick Thohir.

Rincian PMN 2021 adalah Rp 20 triliun untuk PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero)/BPUI atau Indonesia Financial Group (IFG). Dana ini diberikan terkait restrukturisasi polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kedua, PMN Rp 6,20 triliun kepada HK untuk penugasan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Itu belum termasuk tambahan Rp 9 triliun.

Ketiga, PMN Rp 1,2 triliun kepada PT Pelindo III (Persero) untuk menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Benoa, Bali dan mendorong pengembangan program Bali Maritim Tourism Hub.

Keempat, PMN Rp 470 miliar kepada PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Indonesia Tourism Development Corporation/ITDC) untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang di Labuan Bajo, NTT.

Kelima, PMN Rp 977 miliar kepada PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) untuk pembangunan kawasan industri di Batang. Keenam, PMN Rp 1,26 triliun kepada PT PAL (Persero) untuk penguasaan teknologi pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan kapal.

Ketujuh, PMN Rp 5 triliun kepada PT PLN (Persero) untuk pembangunan transmisi gardu induk dan distribusi listrik masuk desa. Kedelapan, PMN Rp 7,9 triliun kepada Waskita Karya guna mendukung restrukturisasi dan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Dengan demikian, emiten BUMN yang mendapat PMN tahun ini hanya Waskita Karya. 

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN