Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.  Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Fokus Pasar: BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III di 5%

Kamis, 23 September 2021 | 09:24 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2021 mencapai 5% year on year (yoy). Hal ini seiring dengan pelonggaran dari aktivitas masyarakat pada Agustus dan September, dimana mempengaruhi pergerakan roda ekonomi.

Pilarmas Sekuritas dalam risetnya, Kamis (23/9), pelonggaran PPKM pada Agustus dan September memberi ruang gerak kepada ekonomi untuk berjalan kembali. Berbagai indikator menunjukkan perbaikan, salah satunya penjualan kendaraan bermotor yang naik 48,2% yoy atau lebih tinggi dari kenaikan sebelum pandemi.

Dengan demikian, hal tersebut juga mempengaruhi perbaikan konsumsi di masyarkatat yang diharapkan dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2021. Gubernur BI menyampaikan adanya potensi perlambatan pada awal kuartal III-2021, namun pelonggaran menjelang akhir kuartal III telah kembali menunjukkan tren pemulihan.

BI menilai perbaikan tercermin dari kinerja berbagai indikator dini, seperti penjualan retail, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur, serta transaksi pembayaran melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia dan real time gross settlement yang kembali meningkat.

Selain itu, pertumbuhan kredit pada bulan Agustus juga naik 1,16% yoy, kenaikan tersebut merupakan tertinggi sejak 1 tahun terakhir dimana penyebaran pandemi memberikan tekanan pada aktivitas bisnis yang turut menghambat pada laju pertumbuhan kredit.

BI juga telah melakukan stress test untuk mengantisipasi dampak dari kebijakan penarikan stimulus moneter atau tapering oleh the Fed. Perry mengatakan dari stress test yang dilakukan, diperkirakan dampak yang akan ditimbulkan oleh kebijakan tapering the Fed di masa pandemi ke perekonomian domestik akan jauh lebih rendah dari efek taper tantrum pada 2013. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN