Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Foto: Perseroan.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Foto: Perseroan.

SEMESTER II

Wika Targetkan Kontrak Baru Rp 25 Triliun

Sabtu, 25 September 2021 | 19:04 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Tbk menargetkan perolehan kontrak baru pada semester-II 2021 menembus Rp 25 triliun. Target tersebut meningkat menjadi hingga sekitar 2,5 kali dibandingkan periode sebelumnya.

“Pada semester pertama, kontrak baru Wika mencapai Rp 10,5 triliun. Dalam paruh kedua ini, perseroan masih mengikuti beberapa tender dengan target perolehan Rp 25 triliun,” kata Corporate Secretary Wijaya Karya (Wika) Mahendra Vijaya, Kamis (23/9).

Target kontrak baru emiten berkode saham WIKA tersebut berasal dari tender proyek dalam negeri. Mahendra mengatakan, bila ke depan kondisi semakin kondusif, tender bisa segera dirilis dan diperoleh maksimal pada Oktober 2021.

“Perseroan optimistis dapat mencapai target kontrak baru setelah dilakukan review sekitar Rp 35 triliun (tahun ini). Namun, bila ekspektasi tender mengalami pergeseran waktu atau diimplementasikan setelah Oktober, perseroan tetap merespons dengan baik, karena dapat menjadi modal baik sebagai order book untuk diproduksi pada 2022,” paparnya.

Vaksinasi Masif

Warga menerima vaksinasi Covid-19 Pfizer di  Puskesmas Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (23/8/2021). Foto ilustrasi:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Warga menerima vaksinasi Covid-19 Pfizer di Puskesmas Lebak Bulus, Jakarta Selatan, . Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Mahendra berharap gelombang kedua pandemi Covid-19 segera bisa diatasi dan diikuti dengan penanganan tepat dan cepat untuk mencegah kemungkinan high wave berikutnya. Salah satu upayanya melalui vaksinasi masif yang memiliki cakupan luas. Dengan begitu, aktivitas ekonomi bisa segera bergulir lebih cepat.

“Dengan mulai melandainya second wave Covid-19 dibarengi dengan vaksinasi masif berskala luas untuk mencegah terjadinya pandemic wave lanjutan, pasar konstruksi dalam negeri akan berangsur-angsur pulih. Asalkan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, disiplin menerapkan protokol kesehatan dan membangun ketahanan komunal (herd immunity),” ujarnya.

Sedangkan untuk pasar konstruksi internasional, ia berpendapat harus disikapi secara selektif dan hati-hati. Fenomena second wave Covid-19 yang saat ini terjadi di negara-negara tetangga dan bentuk penanganannya menjadi parameter tingkat kondusivitas suatu negara dan aktivitas perekonomian, termasuk pasar konstruksinya.

Fitch Ratings

Salah satu proyek Wijaya Karya. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono
Salah satu proyek Wijaya Karya. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono

Sementara itu, PT Fitch Ratings Indonesia sebelumnya telah menempatkan emiten-emiten konstruksi pada posisi yang lebih baik dibandingkan pertengahan 2020, seiring pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19 mereda.

Sebagian besar profitabilitas kontraktor dan kontrak baru diperkirakan akan terwujud pada semester II ini. Fitch menyebut, pemerintah biasanya akan mempercepat tender proyek dan pencairan anggaran infrastruktur pada kuartal IV.

Wika salah satu yang diperkirakan membaik kinerjanya, setelah pada paruh pertama 2021 meraih kontrak sebesar Rp 10,5 triliun. Nilai ini tiga kali lipat lebih dibandingkan tahun sebelumnya.

Per akhir semester I-2021, rasio order book perseroan terhadap pendapatan dalam 12 bulan terakhir juga naik 5,07x dari tahun sebelumnya 3,46x. Wika menjadi salah satu BUMN kar ya yang memiliki pengelolaan jatuh tempo utang dan akses pendanaan yang solid, sehingga dapat mengurangi risiko penurunan akibat pandemi yang berkepanjangan.

Wika berpeluang besar memenangkan kontrak dan meningkatkan order book dibandingkan dengan kontraktor lain.

Menanggapi laporan Fitch, Mahendra menyambut baik proyeksi tersebut. Sebab, penanganan pandemi yang komprehensif akan memicu kembali gairah pasar konstruksi di Tanah Air.

“Penilaian yang Fitch lakukan tentu telah melewati kajian matang, ditopang dengan data dan analisis komprehensif,” ujar Mahendra.

Tahun 2022

Kinerja keuangan Wijaya Karya
Kinerja keuangan Wijaya Karya

Sementara itu, analis senior MNC Sekuritas M Rudy Setiawan menilai, ke depan khususnya pada 2022 outlook sektor konstruksi masih belum bisa 100%.

“Meski begitu, jika dilihat dari cash flow emitenemiten konstruksi saat ini masih bisa diperbaiki, dan rasio leverage mereka bisa kembali turun. Saya rasa, ada potensi mereka untuk membaik,” kata Rudy kepada Investor Daily pekan ini.

Apalagi, beberapa BUMN karya saat ini tidak hanya fokus mencari proyek-proyek di Indonesia, tetapi juga mengikuti tender di luar negeri, seperti di Filipina. Strategi ini merupakan salah satu cara Wika untuk memperbaiki kinerjanya.

Sebenarnya, kata Rudy, sektor konstruksi masih cukup panjang, namun pandemi Covid-19 membuat emitenemiten konstruksi bermasalah. Di luar masalah Covid-19, lanjut dia, perusahaan-perusahaan konstruksi saat ini masih tetap menjadi salah satu pilihan, karena fokus pemerintah tetap di sektor infrastruktur walau pada 2024 berganti presiden.

Apalagi, beberapa proyek yang tengah berjalan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bisa dibilang masa pembangunannya cukup panjang. Ia merekomendasikan kepada para investor untuk tetap ‘melihat’, sambil mencermati keberhasilan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 pada 2022. Jika penanganannya berhasil, maka sektor infrastruktur menjadi pilihan para investor.

“Ini mengingat sebelum adanya pandemi, pertumbuhan GDP ditopang oleh belanja pemerintah melalui pembangunan infrastruktur. Sehingga, hal ini akan kembali dicoba pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan GDP ke depan. Salah satunya itu yang bisa menjadi perhatian,” tutur Rudy. (en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN