Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso (dua dari kanan) bersama jajaran komisaris dan direksi masing-masing (dari kiri) Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto, Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K, dan Komisaris Independen BRI R. Widyo Pramono saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara daring di Jakarta, Kamis (22/7/201). Bank BRI menggelar RUPSLB dalam rangka mendapatkan persetujuan aksi korporasi right
issue yang akan dilakukan BRI dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) terkait rencana pembentukan Holding Ultra Mikro. Right Issue ini berpotensi menjadi right issue terbesar di Indonesia,bahkan dapat menjadi salah satu right issue terbesar di Asia. RUPSLB menyetujui Right Issue 28 Miliar lembar saham.. Foto: IST

Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso (dua dari kanan) bersama jajaran komisaris dan direksi masing-masing (dari kiri) Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto, Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K, dan Komisaris Independen BRI R. Widyo Pramono saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara daring di Jakarta, Kamis (22/7/201). Bank BRI menggelar RUPSLB dalam rangka mendapatkan persetujuan aksi korporasi right issue yang akan dilakukan BRI dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) terkait rencana pembentukan Holding Ultra Mikro. Right Issue ini berpotensi menjadi right issue terbesar di Indonesia,bahkan dapat menjadi salah satu right issue terbesar di Asia. RUPSLB menyetujui Right Issue 28 Miliar lembar saham.. Foto: IST

Tuntaskan Rights Issue, BRI Berhasil Raih Penuh Dana Publik Rp 41 Triliun

Senin, 27 September 2021 | 16:49 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil mendapatkan dana segar dari publik sekitar Rp 41 triliun dari pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Keberhasilan ini bisa menjadi momentum pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, informasi raihan dana dari publik tersebut sesuai dengan informasi yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Rights issue berhasil mendapatkan dana dari publik Rp 41 triliun atau fully subscribe. Kalau minggu lalu, saya sampaikan masih Rp 27 triliun, tapi hari ini sudah Rp 41 triliun, jadi ini berita positif," kata dia dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (27/9).

Dengan pencapaian tersebut, rights issue BRI bisa menjadi rights issue terbesar di Asia Tenggara dan sekaligus salah satu terbesar di kawasan Asia. Hal ini menunjukkan pasar modal Indonesia masih sangat dihargai sebagai pasar modal yang akan bertumbuh positif.

Adapun total raihan dana rights issue BRI mencapai Rp 95,92 triliun. Angka tersebut terdiri atas dana yang diperoleh dari investor publik mencapai Rp 41 triliun dan inbreng saham pemerintah di PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kepada BRI sebesar Rp 54,77 triliun. Dana dari rights issue akan digunakan BRI sebagai modal kerja untuk pengembangan Holding Ultra Mikro dan pengembangan ekosistem bagi segmen pelaku usaha ultra mikro.

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, dana dari hasil rights issue, yakni sebesar Rp 54,7 triliun akan menjadi penyertaan BRI di Pegadaian dan PNM sebagai konsekuensi dari inbreng pemerintah. Lalu, sekitar 60-70% dari dana tunai sebesar Rp 41 triliun akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan dalam rangka pengembangan, serta penguatan ekosistem segmen ultra mikro. Sedangkan sisanya untuk modal kerja pada segmen bisnis mikro dan kecil.

Dia menjelaskan, dengan potensi pertumbuhan ekosistem usaha ultra mikro yang besar di Indonesia akan menjadi pendorong positif pertumbuhan bisnis BRI di masa depan. BRI akan terus memfokuskan kepemimpinannya yakni menyasar pembiayaan di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ultra mikro.

“Langkah ini sejalan dengan prinsip awal lahirnya BRI. Karena DNA-nya BRI memang sudah jadi bank mikro. Karena itu, komitmen BRI akan tetap konsisten dominan di UMKM,” ungkap dia dalam keterangan resmi.

Sunarso menegaskan, rights issue BRI bertujuan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis perseroan di masa yang akan datang melalui pembentukan dan penguatan ekosistem ultra mikro. Hal tersebut ditempuh dengan menambah portofolio perusahaan anak yang selama ini bergerak dan berkinerja baik di segmen ultra mikro yaitu Pegadaian dan PNM.

“Pembentukan ekosistem ultra mikro akan memperkuat perjalanan BRI dalam mencapai aspirasi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion, dan terus memberikan value berkelanjutan bagi seluruh stakeholders,” ujar Sunarso.

Menurut dia, Holding Ultra Mikro akan menghasilkan lembaga pemberdayaan mikro termasuk ultra mikro terbesar yang memiliki ekosistem keuangan terlengkap. Ekosistem ultra mikro yang dibangun berdasarkan sinergi model bisnis BRI, Pegadaian, dan PNM akan mampu memberikan perjalanan layanan keuangan yang terintegrasi bagi pelaku usaha di segmen tersebut.

Kepercayaan Investor

Menanggapi raihan dana tersebut, Equity Analyst Sucor Sekuritas Edward Lowis menjelaskan, rights issue yang tereksekusi penuh oleh investor (fully subscribe) menunjukkan pasar memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap saham BBRI. Selain itu, tekanan yang terjadi pada pergerakan saham BBRI dalam satu bulan terakhir seharusnya akan mereda, sehingga harga saham akan berangsur meningkat.

"Kami masih optimistis dengan kinerja BRI dengan penggabungan Pegadaian dan PNM disinyalir akan mempercepat BRI untuk penetrasi ke masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses ke perbankan," jelas dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Senin (27/9).

Dengan melihat hal tersebut, Edward merekomendasikan 'buy' untuk saham BBRI dengan target harga Rp 4.720. Sementara dalam penutupan perdagangan, Senin (27/9), saham BBRI ditutup melemah 1,83% ke level Rp 3.750 dari perdagangan akhir pekan lalu.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN