Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Foto: Perseroan.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Foto: Perseroan.

Adaro Energy Buyback Saham Rp 4 Triliun

Selasa, 28 September 2021 | 06:10 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) berencana membeli kembali (buyback) saham sebanyak-banyaknya Rp 4 triliun. Buyback akan dilakukan secara bertahap selama tiga bulan terhitung sejak 27 September 2021 hingga 26 Desember 2021.

Perseroan akan menggunakan kas internal untuk pembelian saham tersebut. “Buyback saham tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dan tetap menjaga jumlah saham beredar di publik (free float) sebesar 7,5%,” jelas manajemen Adaro Energy dalam keterangan tertulis, Senin (27/9).

Manajemen menyebutkan bahwa buyback saham tidak akan berpengaruh negatif terhadap kinerja dan pendapatan perseroan, karena saldo laba dan arus kas yang tersedia saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan dana pelaksanaan buyback.

Jika dana yang dialokasikan untuk buyback saham telah habis dan/atau jumlah saham yang akan dibeli kembali telah terpenuhi, perseroan akan melakukan keterbukaan informasi terkait penghentian pelaksanaan buyback. Adapun harga buyback belum ditentukan, namun akan dilakukan pada harga yang dianggap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Buyback saham juga tidak akan berdampak buruk bagi kegiatan usaha maupun pertumbuhan perseroan di masa yang akan datang. Dampak dari aksi ini hanya akan mengurangi jumlah aset dan ekuitas perseroan sebanyak-banyaknya Rp 4 triliun.

Perseroan berharap buyback ini akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor, sehingga harga saham perseroan dapat mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya.

Sementara itu, kalangan analis menilai bahwa solidnya harga jual batu bara dan volume produksi yang diekspektasi meningkat pada semester II tahun ini bakal mendorong laju pertumbuhan kinerja keuangan Adaro Energy lebih pesat dari perkiraan.

“Kami memperkirakan peningkatan kinerja keuangan Adaro Energy terus berlanjut dalam dua kuartal ke depan. Seperti pada kuartal III-2021, peningkatan akan ditopang oleh harga jual batu bara dan kondisi cuaca yang diekspektasi lebih kering untuk penambangan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri dalam risetnya.

Meski realisasi volume produksi batu bara perseroan pada semester I-2021 lebih rendah dibandingkan perkiraan, dia menyebutkan bahwa Adaro Energy tetap akan mampu mewujudkan target sebanyak 52-54 juta ton tahun ini dibandingkan tahun lalu 54,5 juta ton.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target kinerja keuangan Adaro Energy tahun 2021-2022. Penguatan kinerja keuangan sudah terlihat dalam laporan keuangan semester I-2021.

Adapun target laba bersih tahun ini dinaikkan menjadi US$ 441 juta dari US$ 292 juta. Begitu juga dengan pendapatan dinaikkan menjadi US$ 3,18 miliar dari US$ 2,68 miliar. Revisi naik ini sejalan dengan peningkatan target rata-rata harga jual batu bara perseroan dari US$ 47 per ton menjadi US$ 56 per ton tahun 2021.

Begitu juga dengan perkiraan laba bersih pada 2022 yang direvisi naik dari US$ 310 juta menjadi US$ 367 juta. Perkiraan pendapatan dinaikkan dari US$ 2,86 miliar menjadi US$ 3,11 miliar. Hal ini sejalan dengan revisi naik perkiraan harga jual batu bara perseroan dari US$ 49 per ton menjadi US$ 53 per ton. Perseroan diperkirakan mampu menjual sebanyak 54 juta ton batu bara pada tahun depan.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham ADRO dari Rp 1.600 menjadi Rp 1.700 dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2022 sekitar 12,5 kali dan kuatnya harga jual batu bara.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN