Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Ina Perdana

Bank Ina Perdana

Pergerakan Harga Saham BINA Kian Jauh dari Target Harga Rights Issue  

Selasa, 28 September 2021 | 12:05 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Pergerakan harga saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) lanjutkan penurunan dengan koreksi mencapai Rp 100 (2,54%) menjadi Rp 3.830. Penurunan harga tersebut menjadikan harga saham perseroan kini berada jauh di bawah harga rights issue yang telah ditetapkan perseroan kisaran Rp Rp 4.200-4.380 per saham.

Perseroan sebelumnya telah mengumumkan rights issue dengan target melepas sebanyak 282.718.750 saham atau setara 4,76% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Total dana yang diincar dari aksi korporasi tersebut mencapai Rp 1,23 triliun. Grup Salim melalui PT Indolife Pensiontama selaku pemegang saham pengendali disebut akan menyerap saham yang diterbitkan perseroan.

Sejak manajemen perseroan mengumumkan penerbitan saham baru, harga saham BINA lanjutkan tren koreksi hingga kini bergerak di bawah level Rp 4.000 dalam beberapa hari terakhir. Padahal, perseroan sebelumnya telah mengumumkan kinerja keuangan dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih.

Manajemen perseroan dalam laporan keuangan hingga semester I-2021 disebutkan laba bersih Bank Ina sebesar Rp 23,17 miliar, melonjak 767,79% secara year on year (yoy). Pada periode yang sama tahun lalu, perolehan labanya senilai Rp 2,67 miliar.

Peningkatan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 30% menjadi Rp 109 miliar secara yoy. Bank Ina juga mencatatkan keuntungan dari penjualan aset keuangan sebesar Rp 48,69 miliar pada semester I-2021. Aksi tersebut menjadikan laba operasional perseroan naik 555% dari sebelumnya Rp 5 miliar menjadi Rp 34,13 miliar. Bank Ina mencatatkan kredit yang diberikan senilai Rp 3,11 triliun atau tumbuh 6,22% dari posisi akhir Desember 2020.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN