Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan menunjuk monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan menunjuk monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Patok Harga Rights Issue, Harga Saham BCIC, BINA, dan BACA Berlomba-Lomba Melorot

Selasa, 5 Oktober 2021 | 11:13 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Harga saham PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) mengalami koreksi secara perlahan-lahan setelah diumumkan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Pola yang sama juga melanda pergerakan harga saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) yang mengalami penurunan secara berkelanjutkan setelah pengumuman rights issue hingga level saham di bawah harga rights issue.

Penurunan harga harga saham BCIC dan BINA membuat harga rights issue yang telah ditetapkan jauh di atas harga pasar sahamnya. Bank J Trust menetapkan harga rights issue Rp 330 per saham, dibandingkan harga pasar Rp 198 per saham di intra day Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.

Bank J Trust akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 4,54 miliar saham Seri C atau 45,40% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Dengan target harga Rp 330 per saham, total dana yang dibidik mencapai Rp 1,5 triliun.

Sedangkan fenomena serupa juga melanda saham BINA setelah ditetapkan harga pelaksanaan rights issue dalam rentang Rp 4.200-4.380, harga saham tersebut terus melorot hingga mencapai levep Rp 3.350 pada perdagangan intra day hari ini. Dengan harga rights issue tersebut, maka ada gap harga lebih dari Rp 1.000 per saham.

Bank Ina Perdana juga telah menetapkan jumlah saham baru yang akan dilepas sebanyak 282.718.750 saham atau setara 4,76% dari modal ditempatkan disetor penuh. Perseroan juga telah menetapkan harga pelaksanaan di level Rp 4.200-4.380, sehingga total dana yang dibidik mencapai Rp 1,238 triliun.

Kedua saham tersebut menunjukkan pola serupa, harga saham BCIC sempat mencapai level tertinggi Rp 1.205 dalam tiga bulan terakhir. Namun sejak ditetapan harga right issue saham BCIC melorot hingga mencapai level di bawah Rp 200 per saham. Bahkan, BEI sempat menghentikan sementara (suspend) saham BCIC pada 27 September akibat penurunan signifikan.

Meski saham BINA belum mengalami suspensi akibat penurunan, saham tersebut juga telah menunjukkan pelemahan drastis harga saham sejak pengumuman rights issue saham dari level tertinggi tiga bulan terakhir Rp 5.950 pada 7 Juli 2021 menjadi Rp 3.340 pada perdagangan intra day hari ini.

Bank Capital

Pergerakan hampir serupa juga melanda saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) yang menunjukkan penurunan dalam setelah mengumumkan rights issue saham. Perseroan berencana aksi korporasi penawaran umum terbatas (PUT) IV melalui penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue pada Oktober tahun ini.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, BACA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 20 miliar saham dengan harga nominal saham Rp 100. Perseroan membidik dana hingga Rp 7 triliun dari aksi korporasi tersebut, target tersebut mengacu rata-rata harga saham perseroan sebelum mengumuman rights issue.

Usai mengumumkan pelaksanaan rights issue, harga saham BACA terus melorot dari level tertinggi dalam tiga bulan trakhir Rp 645 per saham pada 9 Agustus 2021 menjadi Rp 322 per saham pada perdagangan intraday BEI hari ini.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN