Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
MPPA - Hypermart. Foto: BeritaSatu.

MPPA - Hypermart. Foto: BeritaSatu.

Multipolar dan GoTo akan Berpartisipasi dalam Penambahan Modal Matahari Putra Prima

Rabu, 6 Oktober 2021 | 05:55 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – PT Multipolar Tbk (MLPL) dan Grup GoTo (Gojek-Tokopedia) akan berpartisipasi dalam peningkatan modal PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). Penambahan modal tersebut akan dilaksanakan dalam bentuk penerbitan saham baru yang dijadwalkan selesai pada kuartal IV-2021.

Multipolar merupakan investor terkemuka dengan posisi strategis di titik temu sektor digital dan konsumen, termasuk investasi di lebih dari 40 perusahaan teknologi berbagai tahap di Indonesia dan regional. Multipolar menjadi pemegang saham pengendali Matahari Putra Prima. Sedangkan GoTo merupakan grup teknologi terbesar di Indonesia.

CEO Matahari Putra Prima Elliot Dickson mengatakan, rencana peningkatan modal tersebut dilakukan perseroan dengan tujuan untuk menaikkan pangsa pasar dan berinvestasi pada strategi omnichannel. “Kami gembira bahwa perseroan melakukan peningkatan modal dan bersiap untuk mengeksekusi rencana-rencana kami sambil terus berinovasi bagi konsumen Indonesia," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (5/10).

Matahari Putra Prima merupakan operator hipermarket/supermarket dengan jaringan lebih dari 200 gerai di 72 kota, platform logistik dan distribusi nasional. Menurut data riset NielsenIQ, perseoran saat ini menguasai pangsa pasar 25% di kategori supermarket dan hipermarket di Indonesia.

Dikenal sebagai 'Walmart Indonesia', Hypermart yang dikelola oleh perseroan dianggap sukses menangkap peluang kenaikan pola belanja e-grocery di masa pandemi. Adapun Walmart merupakan perusahaan ritel multinasional Amerika Serikat (AS) yang mengoperasikan rantai pasar swalayan, departement store, dan toko kelontong yang paling sukses di dunia saat ini. Hal tersebut tercermin dari volume penjualan online yang meningkat lebih dari empat kali dibanding tahun lalu. Alhasil, perseroan berhasil memposisikan Hypermart sebagai pemimpin ritel omnichannel di Indonesia.

”Keberhasilan peningkatan modal Hypermart akan menyediakan dana bagi perseroan untuk bertumbuh, mengeksekusi strategi ritel omnichannel, dan memperkuat neraca keuangan,” jelas Elliot Dickson.

Matahari Putra Prima juga terus memperkuat omnichannel offline to online (O2O) sebagai salah satu perusahaan ritel terkemuka dengan bekerjasama dengan operator marketplace terkemuka lainnya dan layanan pengiriman kebutuhan sehari-hari sesuai permintaan secara nasional seperti GoMart, Tokopedia, GrabMart, Shopee, BliBli, dan JD.ID. Ke depan, perseroan akan menambah lebih banyak toko online untuk berpartisipasi dalam kolaborasi yang ada dan mengembangkan lebih banyak kolaborasi baru dengan operator marketplace terkemuka lainnya di Indonesia.

Mengakomodasi kebutuhan konsumen di masa pandemi, perseroan juga mengembangkan fitur Chat & Shop yang saat ini mencakup lebih dari 115 toko di seluruh Indonesia. Ada juga fitur Park & Pick-up sebagai bagian dari layanan Chat & Shop dan Hypermart Express untuk kenyamanan dan keamanan para pelanggan setia.

Dengan menggunakan Park & Pick-up di semua lokasi shopping mall dimana Matahari Putra Prima beroperasi, konsumen kini memiliki keamanan lebih, dengan dapat memesan dari lokasi kerja mereka dan mengambil pembelian mereka dalam perjalanan pulang tanpa harus bertemu orang lain di dalam toko.

Terkait kinerja, dampak positif dari sinergi O2O bisnis yang diterapkan oleh perseroan mulai terlihat dengan tercapainya rasio penjualan online terhadap penjualan reguler sebesar 5,8% (Juni 2021). Ini merupakan rasio tertinggi sejak perseroan bertransformasi ke O2O bisnis. Rasio tersebut diperkirakan akan terus tumbuh.

“Kami telah berada pada jalur transformasi O2O yang baik, serta diikuti dengan peningkatan omzet penjualan serta laba bruto yang stabil. Kami yakin bahwa perseroan mampu bertransformasi menjadi salah satu pemain online groceries terbesar di Indonesia yang telah sukses bersinergi dengan berbagai Indonesian giant tech,” tutur Dickson.

Emiten yang mengoperasikan toko Hypermart, Foodmart Primo, Smart Club, Hyfresh dan Boston Health & Beauty, serta FMX ini tercatat membukukan pencapaian penjualan yang solid selama kuartal II-2021. Dalam periode tersebut, perseroan mampu mencatatkan penjualan kotor (gross sales) lebih dari Rp 2 triliun atau tumbuh 16,2%, serta penjualan online yang tumbuh 21,3% dibandingkan kuartal II-2020.

Matahari Putra Prima memang terus memperkuat penawaran bisnis online sebagai O2O strategis dengan gerai offline sebagai arah strategis baru pada 2021 dan seterusnya. Di tengah pandemi Covid-19, dalam beberapa bulan terakhir, perseroan telah meningkatkan standarnya dalam memperkuat bisnis.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN