Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bisnis. Foto: Credit Commerce (Pixabay)

Ilustrasi bisnis. Foto: Credit Commerce (Pixabay)

Target Dana Rights Issue Bertambah Jadi Rp 20,9 Triliun

Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:02 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, terdapat 41 emiten yang akan melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue senilai total Rp 20,91 triliun. Angka tersebut bertambah dari sebelumnya yang sebanyak 40 emiten dengan target dana Rp 18,91 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, berdasarkan data sampai 11 Oktober 2021, sudah ada 24 perusahaan yang melakukan rights issue dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 153,77 triliun. “Sedangkan di pipeline rights issue saat ini ada 41 perusahaan dengan perkiraan dana sebesar Rp 20,91 triliun," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (12/10).

Menurut Nyoman, nilai penggalangan dana dari rights issue memang cukup tinggi pada tahun ini. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi emiten dengan nilai rights issue terbesar, yakni sebesar Rp 98,9 triliun. Nilai rights issue ini melebihi penawaran awal yang mencapai Rp 95,92 triliun.

Antusiasme investor ini juga terlihat pada aksi korporasi lainnya. Nyoman mencatat, per 11 Oktober 2021, ada 38 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 32,14 triliun. Sedangkan perusahaan yang mencatatkan obligasi maupun sukuk mencapai 48 perusahaan dengan total emisi sebesar Rp 76,08 triliun. 

Kendati investor cukup antusias terhadap rights issue BRI, namun Nyoman, optimistis investor masih akan antusias terhadap emisi lainnya. Optimisme ini dengan melihat indikator pasar modal yang bergerak positif pada 2021. Selain itu, terdapat sentimen positif terkait perkembangan ekonomi global maupun domestik, serta dukungan dan komitmen dari regulator-regulator terkait.

"Kondisi tersebut menjadi penting bagi pasar untuk dapat merespons secara positif segala aktivitas penggalangan dana melalui pasar modal Indonesia," tutur dia.

Dari sisi indikator pasar modal, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan akhir 2020 masih berada pada level 5.979,07. Namun, pada penutupan perdagangan 11 Oktober 2021, IHSG telah menyentuh angka 6.459,6. "Adanya tren positif pada beberapa indikator pasar modal mencerminkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan penggalangan dana melalui pasar modal dinilai relatif baik," kata dia.

Lebih lanjut, banyaknya emiten yang menggalang dana dari pasar modal juga ditopang oleh jumlah investor yang meningkat. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal pada September 2021 mencapai 6,43 juta orang atau meningkat 65,74% dibandingkan Desember 2020.

Ke depan, Nyoman berharap aktivitas penggalangan dana di pasar modal terus meningkat seiring pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan pasar modal. Dia juga berharap para pelaku pasar dan pemangku kepentingan termasuk korporasi, dapat memanfaatkan pasar modal sesuai kebutuhannya. 

Berdasarkan data Investor Daily, beberapa perusahaan yang akan melakukan rights issue yakni, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) yang akan menawarkan 485,95 juta saham baru atau 10% dari modal yang disetor perseroan. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham terkait rights issue pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 10 November 2021.

Lalu, PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) yang akan menggelar rights issue bulan ini dengan nilai Rp 132 miliar. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan usaha, seiring dengan agresivitas perseroan memperluas pasar ekspor.

Kemudian, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang akan menambah modal sebesar Rp 11,9 triliun melalui rights issue. Aksi korporasi tersebut ditargetkan tuntas pada Desember 2021.

PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) juga berencana melaksanakan rights issue. dengan menerbitkan 500 juta unit saham atau setara 10,13% dari seluruh saham. Lalu, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) melakukan rights issue dengan target dana maksimal Rp 1,23 triliun. Target dana tersebut didasarkan dengan jumlah saham yang bakal diterbitkan sebanyak 282,71 juta saham saham dengan harga penawaran berkisar Rp 4.200-4.380.

Di lain pihak, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) akan menggelar rights issue dengan menerbitkan 358 juta saham baru. Harga penawaran dari rights issue mencapai Rp 700 per saham, sehingga total dana yang bisa diraih 251,03 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN