Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Foto: Perseroan.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Foto: Perseroan.

MARKET CAP BEI DEKATI RP 8.000 TRILIUN

Market Cap BRI Tertinggi Sepanjang Sejarah

Rabu, 13 Oktober 2021 | 06:03 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI mencapai Rp 633 triliun pada perdagangan Selasa (12/10). Ini merupakan market cap tertinggi sepanjang sejarah. Tertinggi sebelumnya terjadi pada 20 Januari 2021 yang mencapai Rp 597 triliun.

BRI berada di posisi 2 dalam jajaran market cap terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Posisi pertama ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA, dengan market cap senilai Rp 893 triliun.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama memperkirakan market cap BRI bisa meningkat menjadi Rp 656 triliun, dengan target harga Rp 4.350. Sebab itu, dia merekomendasikan buy saham BBRI. “Sejauh ini masih sesuai target,” kata dia.

Tahun ini, kinerja BRI diproyeksikan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Hal itu terlihat dari realisasi sepanjang semester I-2021. “Risiko restrukturisasi kredit relatif terjaga. Akselerasi digital akan memperkuat lending dan funding perusahaan, NIM membaik, dan provisi yang kuat,” tutur Okie.

Sementara itu, market cap BEI juga terus meningkat. Pada perdagangan Selasa (12/10) mencapai Rp 7.954 triliun, seiring penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) ke posisi 6.486,2. Tahun ini, kalangan analis optimistis market cap bursa saham menembus Rp 8.000 triliun. Hal itu bakal ditopang oleh pemulihan ekonomi dalam negeri dan keberhasilan pemerintah dalam menekan kasus Covid-19.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, market cap bursa berpotensi menembus Rp 8.000 triliun, dengan proyeksi IHSG di level 6.700-6.750 tahun ini seiring foreign inflow. “Secara perhitungan, jika IHSG mencapai level 6.500, market cap bursa sudah Rp 8.000 triliun,” jelas dia.

Pendapat senada juga disampaikan oleh analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas. Menurut dia, penguatan itu bakal didorong oleh optimisme pasar terhadap kondisi dalam negeri, dimana pemerintah berhasil menekan kasus Covid-19 dan program vaksinasi yang terus berjalan. “Faktor lainnya adalah aksi window dressing pada akhir tahun ini,” ujar Sukarno.

Adapun sektor yang akan mendorong kinerja indeks, menurut Sukarno, adalah sektor perbankan dan komoditas yang sedang berada dalam tren kenaikan harga, serta big caps seperti saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Sebagai informasi, top 5 market cap pada perdagangan kemarin adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN