Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(Foto: Dok. PGN)

(Foto: Dok. PGN)

Kinerja PGN Langsung Ngegas

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Tuntasnya sengketa pajak, peningkatan volume dan transmisi gas, serta kenaikan harga gas bisa menjadi faktor positif terhadap pertumbuhan kinerja keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN. Pemulihan kinerja perseroan diyakini terus berlanjut ke depannya.

Analis Mirae Asset Sekuritas Juan Harahap mengungkapkan, berlanjutnya pemulihan kinerja keuangan PGN mulai terlihat dari realisasi kinerja pada semester I-2021 yang telah sesuai ekspektasi. Perolehan pendapatan senilai US$ 1,5 miliar merefleksikan perkiraan Mirae sekitar 48,1% dan konsensus analis mencapai 48,5%.

Sedangkan laba bersih yang melonjak 1.237,8% menjadi US$ 194 juta telah melampaui perkiraan Mirae dan konsensus analis. Perolehan tersebut setara dengan 143,6% dari perkiraan Mirae dan 133,7% dari consensus analis. Lonjakan laba bersih ditopang oleh pengembalian provisi terkait permasalahan pajak senilai US$ 48 juta.

Selain itu, tidak adanya impairment asset ditambah lonjakan keuntungan dari perusahaan patungan menjadi senilai US$ 50,5 juta turut mendongkrak laba perseoran pada paruh pertama tahun ini.

“Melihat realisasi keuntungan yang melampaui ekspektasi, kami memilih untuk merevisi naik proyeksi keuntungan PGN untuk beberapa tahun mendatang. Kami merevisi naik proyeksi laba operasional perseroan menjadi 13,8% tahun ini dan 16% pada 2022,” tulis Juan dalam risetnya.

Harga saham PGAS dalam satu dekade terakhir
Harga saham PGAS dalam satu dekade terakhir

Adapun pengembalian provisi pajak setelah perseroan menang dalam perkara pajak akan berdampak positif terhadap peningkatan laba bersih pada semester II tahun ini dan tahun 2022. Hal ini mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk merevisi naik target laba bersih PGN sebesar 131,1% pada 2021 dan 164,4% pada 2022.

Sebab itu pula, Mirae Asset Sekuritas menaikkan rekomendasi saham PGAS menjadi buy dengan target harga dinaikkan dari Rp 1.350 menjadi Rp 1.700.

Target harga tersebut mempertimbangkan perkiraan EV/EBITDA sekitar 5,3 kali tahun ini. Peningkatan target harga juga mempertimbangkan peluang kenaikan harga minyak, tambahan keuntungan dari proyek Blok Rokan yang mulai produksi semester II tahun ini, dan potensi keuntungan dari reversal pajak. Tahun ini, proyeksi laba bersih PGN dinaikkan dari US$ 132 juta menjadi US$ 312 juta.

Sedangkan proyeksi pendapatan dipertahankan sebesar US$ 4,04 miliar. Perseroan juga diperkirakan mampu untuk mencetak margin keuntungan bersih sebesar 10,3% dari estimasi semula 4,4%.

Begitu juga dengan proyeksi laba bersih PGN pada 2022 direvisi naik dari US$ 137 juta menjadi US$ 362 juta. Sedangkan proyeksi pendapatan dipertahankan sebesar US$ 3,19 miliar. Laba bersih tersebut mencerminkan perkiraan net margin sekitar 11,4%.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Farras Farhan mengungkapkan, lonjakan laba bersih PGN hingga akhir Juni 2021 didukung oleh lonjakan keuntungan dari perusahaan patungan dan pengembalian dana dari sengketa pajak.

“Kami melihat dengan adanya potensi peningkatan volume distribusi gas dan transportasi minyak, PGN dapat meraup pendapatan senilai US$ 3,1 miliar dan laba bersih senilai US$ 255 juta,” tulis dia dalam risetnya.

Selain itu, katalis positif  pertumbuhan kinerja keuangan perseroan datang dari peningkatan alokasi gas untuk tujuh industri, seperti pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, barang pecah belah, dan sarung tangan karet. Alokasi dinaikkan dari 971-1.198 BBTUD menjadi 1.241-1.313 BBTUD, namun rata-rata harga jual turun menjadi US$ 1,65-1,72 per MMBTU.

Pertumbuhan volume penjualan gas tersebut dapat berdampak pada peningkatan pendapatan dari distribusi gas menjadi US$ 2,5 miliar tahun ini. Perseroan juga memiliki peluang untuk mencetak kenaikan keuntungan dari penyerahan Blok Rokan kepada PT Pertamina Hulu Energi.

Ringkasan kinerja keuangan PGN
Ringkasan kinerja keuangan PGN

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mengubah target harga saham PGAS dari hold menjadi buy dengan target harga saham direvisi turun dari Rp 1.700 menjadi Rp 1.680.

Farras memperkirakan peningkatan laba bersih PGN menjadi US$ 255 juta tahun ini dibandingkan rugi bersih tahun lalu US$ 264 juta. Pendapatan diperkirakan bertumbuh dari US$ 2,88 miliar menjadi US$ 3,12 miliar.

Pendapatan dari segmen distribusi gas direvisi naik dari US$ 2,3 miliar menjadi US$ 2,43 miliar, segmen transmisi gas ditargetkan naik dari US$ 240 juta menjadi US$ 255 juta, serta  penjualan minyak dan gas diperkirakan meningkat dari US$ 204 juta menjadi US$ 291 juta. Perseroan juga diperkirakan mengalami pertumbuhan penjualan pada bisnis pemrosesan gas, gasifikasi gas, transportasi minyak, dan lainnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN