Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek Waskita Karya. Foto: BeritaSatuPhoto/Ruht Semiono

Salah satu proyek Waskita Karya. Foto: BeritaSatuPhoto/Ruht Semiono

Dampak Positif Rights Issue bagi Waskita

Senin, 18 Oktober 2021 | 11:13 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue akan berdampak positif terhadap kinerja PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Prospek perseroan juga didukung oleh berlanjutnya divestasi ruas tol, restrukturisasi utang, dan fokus bisnis.

Waskita telah meraih persetujuan pemegang saham melalui RUPS untuk menggelar rights issue tahun ini. Pemerintah selaku pengendali siap mengeksekusi haknya melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 7,9 triliun.

Adapun dari investor publik diharapkan sebesar Rp 4 triliun, sehingga totalnya ditargetkan mencapai Rp 11,9 triliun. Perseroan siap menerbitkan sebanyak -banyaknya 24,5 miliar saham. Analis Samuel Sekuritas Indonesia Andreas Kristo mengungkapkan, rights issue akan menjadi katalis positif bagi Waskita, selain divestasi sejumlah ruas tol.

“Kami optimistis bahwa manajemen dapat mencapai target pemulihan kinerja paling lambat tahun 2025 dengan asumsi strategi yang telah disiapkan dapat dieksekusi dengan baik,” tulis dia dalam risetnya.

Harga saham WSKT sejak pencatatan saham perdana.
Harga saham WSKT sejak pencatatan saham perdana.

Mengenai divestasi jalan tol, Waskita menargetkan penyelesaian setidaknya 2-3 ruas tol pada kuartal terakhir tahun 2021. Divestasi ruas tol tersebut diperkirakan terus berlanjut hingga tahun 2024.

Divestasi ruas tol, menurut Andreas, setidaknya dapat memangkas jumlah utang Waskita menjadi Rp 41 triliun dari posisi sebelumnya Rp 90 triliun. Penurunan utang tersebut seiring dekonsolidasi dan pembayaran sebagian utang.

Pandangan positif terhadap masa depan Waskita juga seiring dengan hampir tuntasnya restrukturisasi utang. Jumlah utang yang telah direstrukturisasi telah mencapai Rp 45,9 triliun dari total utang bank Rp 54,07 triliun.

Restrukturisasi berupa perpanjangan tenor utang menjadi Desember 2026 dan penurunan tingkat bunga menjadi 5,5% per tahun dibandingkan sebelumnya 8,75-9% per tahun.

Sedangkan restrukturisasi utang anak usahanya, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) senilai Rp 3,8 triliun diharapkan tuntas pada kuartal IV-2021.

Perbaikan secara berkelanjutan tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham WSKT dengan target harga Rp 1.220. Target harga tersebut juga merefleksikan perkiraan rasio price to sales (P/S) tahun 2022 sekitar 0,75 kali atau setara dengan P/S dalam lima tahun terakhir.

Rincian kinerja keuangan Waskita Karya
Rincian kinerja keuangan Waskita Karya

Adapun kinerja keuangan Waskita tahun ini diperkirakan lebih baik, dengan perkiraan penurunan rugi bersih secara drastic menjadi Rp 617 miliar dibandingkan rugi bersih tahun lalu Rp 7,37 triliun. Pendapatan diperkirakan meningkat menjadi Rp 17,54 triliun dari Rp 16,19 triliun.

Sementara itu, Head of Equity Research BNI Sekuritas Kim Kwie Sjamsudin mengatakan, rights issue akan menjadi upaya yang baik dalam memperkuat ekuitas dan penurunan utang Waskita. Hal itu akan membantu memperbaiki prospek saham perseroan.

Rights issue ini menarik untuk investor jangka panjang dimana prospek sektor konstruksi masih bagus. Restrukturisasi bisnis yang akan fokus di sektor konstruksi juga akan meningkatkan kinerja perseroan ke depan,” jelas dia.

Secara terpisah, analis Mirae Asset Sekuritas Joshua Michael menilai, rights issue Waskita dapat menjadi bagian dari turn around story perseroan. Setidaknya  utang perseroan akan turun signifikan.

“Selain itu, dana hasil rights issue tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan proyek yang ada,” ujarnya.

PT Waskita Karya Tbk (Persero). (Foto: Dok)
PT Waskita Karya Tbk (Persero). (Foto: Dok)

Pandangan senada juga diungkapkan analis BRI Danareksa Sekuritas Maria Renata. Dalam risetnya, dia menyebutkan bahwa Waskita mendapatkan banyak dukungan untuk percepatan pemulihan kinerja keuangan. Dukungan tersebut ditambah dengan delapan strategi pemulihan yang sedang berjalan akan menjadikan perusahaan kembali sehat.

Menurut Maria, dukungan dari pemerintah terlihat dari pertemuan sejumlah pihak, yaitu perwakilan Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Dari hasil pertemuan terungkap kuatnya dukungan pemerintah kepada Waskita untuk mengembangkan usaha.

Adapun dukungan dari pemerintah melalui BPJT terkait keinginan untuk menuntaskan pembangunan jalan tol baru sepanjang 2.500 kilometer (km) hingga 2024.

Dari ruas tol tersebut, sepanjang 1.082 km di antaranya dikerjakan Waskita, dimana yang sudah beroperasi sepanjang 600 km.

Prospek WSKT
Prospek WSKT

Selain itu, Waskita mendapatkan garansi dari pemerintah melalui PII untuk penerbitan obligasi maksimum Rp 5,6 triliun. Surat utang tersebut akan diterbitkan senilai Rp 1,77 triliun pada 2021 dan sisanya akan dirilis pada 2022.

PII juga memberi jaminan untuk Waskita guna mencari pendanaan dari sindikasi perbankan dengan target Rp 9,8 triliun. Dana tersebut akan digunakan sebagai modal kerja untuk menggarap sebanyak 148 proyek yang sudah didapatkan perseroan hingga kini.

Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun proyeksi rugi bersih Waskita tahun ini dari semula Rp 392 miliar menjadi Rp292 miliar. Sedangkan proyeksi pendapatan dipertahankan sebesar Rp 17,57 triliun, dengan perkiraan kontrak baru Rp 20 triliun.

BRI Danareksa Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli saham WSKT dengan target harga Rp 1.300. Target harga tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan meraup laba bersih (belum diaudit) sebesar Rp 41 miliar hingga akhir Juni 2021.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang perseroan untuk ikut serta dalam pengembangan proyek besar Ibu Kota baru mulai tahun depan, serta mempertimbangkan EV/EBITDA sekitar 24 kali. (fur)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN