Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melihat pergerakan harga saham di layar elektronik Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melihat pergerakan harga saham di layar elektronik Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Net Buy Rp 1,01 Triliun, Borong Saham BBRI Tetap Berlanjut

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:21 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id -Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar hingga Rp 1,01 tiliun, sejalan dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/10), sebanyak 25,43 poin (0,38%) menjadi 6.658,77.

Net buy terbanyak oleh investor asing melanda sejumlah saham ini, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 545,42 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 164,57 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 70,06 miliar, PT Sarana Menara Infrastructure Tbk (TOWR) sebanyak Rp 66,27 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 51,53 milair.

Sedangkan lima saham yang mencatatkan penjualan bersih (net sell) terbanyak, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 136,54 miliar, PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 47,76 miliar, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 42,57 miliar, PT ABM Investama Tbk (ABMM) Rp 31,01 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF) Rp 21,97 miliar.

Penguatan indeks didukung kenaikan saham sektor transportasi dan logistik 1,27%, sektor industri 1,44%, sektor material dasar 1,25%, sektor keuangan 1,02%, dan sektor consumer cyclicals 0,33%. Sedangkan pelemahan melanda saham sektor consumer non cyclicals 0,14%, sektor energi 0,12%, dan saham infrastruktur 0,10%.

Di tengah penguatan IHSG, sejumlah saham ini berhasil membukukan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Indonesia Transport & Infrastruktur Tbk (IATA) menguat Rp 17 (34%) menjadi Rp 67, PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) naik Rp 235 (25%) menjadi Rp 1,175, PT Indo Straits Tbk (PTIS) Nnaik Rp 88 (25%) menjadi Rp 440, PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) menguat Rp 160 (25%) menjadi Rp 800.

Lonjakan harga hingga ARA juga melanda saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik Rp 102 (25%) menjadi Rp 510, saham PT Golden Flower Tbk (POLU) menguat Rp 64 (24,43%) menjadi Rp 326, dan saham PT Perdana Bangu Pusaka Tbk (KONI) menguat Rp 205 (25%) menjadi Rp 1.025.

Sedangkan lima saham dengan penurunan terdalam citatakan saham PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS), PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO), PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI), dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS).

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN