Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi. Foto: Laporan tahunan PT Multipolar Tbk.

Ilustrasi. Foto: Laporan tahunan PT Multipolar Tbk.

Multipolar Rancang Rights Issue 3 Miliar Saham

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:02 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, Investor.id - PT Multipolar Tbk (MLPL) bersiap menggelar penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) VII atau rights issue. Emiten investasi multi sektor Grup Lippo tersebut akan melepas sebanyak 3 miliar saham kelas C dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Aksi tersebut segera diwujudkan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 24 November 2021. Setelah mendapatkan persetujuan, manajemen akan menyampaikan pernyataan pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

PMHMETD VII diperkirakan terealisasi pada kuartal I-2022. Adapun, pemegang saham perseroan yang tidak melaksanakan HMETD miliknya dan tidak mengambil porsinya atas saham baru bakal terdilusi sebesar maksimum 17,01%.

Manajemen Multipolar belum menyampaikan harga rights issue yang ditawarkan ke investor. Namun, jika menggunakan patokan harga penutupan perdagangan Senin (18/10) pada Rp 360 per saham, total dana yang diperoleh Multipolar berkisar Rp 1,08 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi, Senin (18/10), seluruh hasil bersih yang diperoleh dari rights issue akan digunakan perseroan untuk pelunasan sebagian utang bank dan untuk pengembangan usaha dan atau investasi.

Hingga kuartal II-2021, Multipolar berhasil membukukan laba bersih atas entitas induk sebesar Rp 371 miliar atau melonjak hingga 250% dari kuartal II-2020 sebesar Rp 106 miliar. Sementara, laba bersih untuk periode 6 bulan tahun 2021 adalah sebesar Rp 104 miliar, dibadningkan rugi bersih sebesar Rp 352 miliar pada periode sama tahun 2020.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN