Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

November, Mitratel Gelar IPO

Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:55 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), akan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada November tahun ini. Target dana IPO anak usaha BUMN ini berkisar US$ 1-1,4 miliar atau sekitar Rp 14-19,7 triliun.

Mitratel siap melepas 25% saham ke publik. “Listing sekitar November, mungkin minggu kedua atau awal Desember paling telat. Industri telekomunikasi bergeser sangat signifikan,” kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo saat pertemuan dengan media di Mandalika, Lombok, baru-baru ini.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Telkom Pujo Pramono mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan Mitratel untuk melaksanakan IPO pada November mendatang. “Mitratel tengah bersiap untuk mengoptimalkan value creation melalui aksi korporasi yang lebih besar lagi,” jelasnya kepada Investor Daily, Senin (18/10).

Pujo menegaskan, prosesnya masih berjalan sesuai rencana dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar saat ini. Telkom, menurut dia, akan melihat momentum yang tepat untuk melakukan IPO Mitratel agar sesuai dan memenuhi ekspektasi pemegang saham. “Harapannya dapat terlaksana pada November atau sebelum akhir 2021,” ungkap Pujo. Namun, dia belum bersedia menyebutkan target dana IPO Mitratel.

Yang jelas, kata dia, Telkom Group mendukung bisnis menara telekomunikasi yang dijalankan Mitratel. Lebih jauh, Telkom juga mendukung setiap upaya penguatan fundamental bisnis seperti melakukan konsolidasi tower, baik dalam grup maupun konsoldasi in-market (pasar domestik) sepanjang dapat memberikan peningkatan nilai bagi perusahaan, penguatan bisnis, serta finansial dan operational improvement.

“Termasuk, membangun kapasitas dan kapabilitas untuk memberikan layanan masa depan seperti 5G, sehingga Mitratel bisa menjadi leading tower player di Indonesia dan memberikan layanan terbaik bagi para tenant,” ujar Pujo.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Mitratel adalah anak usaha BUMN yang paling siap IPO tahun ini ketimbang PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina. PGE masih harus menunggu waktu.

Arya meyakini IPO saham Mitratel akan sukses, mengingat fundamental perusahaan yang kuat di sektornya. “Mitratel kita tahu perusahaan dengan pemilik tower terbesar yang ada sekarang. Dan, ini akan menjadi bintangnya perusahaan tower di Indonesia," tutur dia.

Menurut Arya, fundamental yang dimiliki oleh Mitratel dilihat dari aset dan layanan yang dimiliki oleh perseroan dan tidak dimiliki oleh perusahaan sejenis di sektor bisnis menara telekomunikasi.

Mitratel saat ini memiliki 28 ribu menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, Arya mengatakan nilai tambah dari Mitratel bukan hanya kepemilikan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia, namun juga didukung dengan jaringan kabel serat optik.

"Mereka punya kelebihan, dia di-support oleh fiber optik, sehingga tower-tower perseroan punya power yang kuat, tidak hanya sekadar radio. Mitratel kelebihannya di sana. Dari tower memang bisa diimbangi yang lain, tapi dari sisi fiber optiknya, Mitratel ini powerful," ujar Arya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN