Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grup GoTo.

Grup GoTo.

Investasi US$ 400 Juta, Abu Dhabi Pimpin Penggalangan Dana Pra-IPO GoTo

Rabu, 20 Oktober 2021 | 21:39 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Grup GoTo (Gojek-Tokopedia), ekosistem digital terbesar di Indonesia, menandatangani perjanjian dengan anak usaha Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), yang menjadikan ADIA memimpin penggalangan dana pra-IPO GoTo dengan investasi sebesar US$ 400 juta.

Transaksi tersebut menjadi investasi pertama oleh Departemen Private Equities ADIA ke dalam perusahaan teknologi Asia Tenggara, sekaligus investasi terbesarnya di Indonesia. ADIA akan menjadi investor terbaru yang masuk ke dalam daftar investor global di GoTo saat ini, menyusul Alibaba Group, Astra International, Facebook, Global Digital Niaga (GDN), Google, KKR, PayPal, Sequoia Capital India, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, dan Warburg Pincus.

CEO GoTo Group Andre Soelistyo mengatakan, pihaknya menyambut ADIA sebagai investor terbaru di perusahaan dan yang pertama dalam penggalangan dana pra-IPO saat GoTo menyiapkan bisnis untuk pertumbuhan eksponensial untuk tahun-tahun mendatang. Dukungan dengan skala seperti ini menegaskan keyakinan bahwa Indonesia dan Asia Tenggara akan menjadi tujuan besar selanjutnya untuk investasi teknologi.

“Kami selalu meyakini bahwa kesuksesan datang selama kami tetap berkomitmen dalam menjalankan misi memberdayakan kemajuan, dengan fokus meningkatkan taraf hidup dan membantu untuk membangun mata pencaharian di negara-negara tempat kami beroperasi. Sangat menyenangkan bagi kami untuk melihat ADIA dan investor global lainnya yang telah menjadi bagian dari gerakan GoTo menyadari pentingnya misi ini dan mampu melihat nilai yang dibawa oleh misi tersebut,” kata Andre dalam keterangan tertulis, Rabu (20/10).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Private Equities ADIA Hamad Shahwan Al Dhaheri mengatakan, investasi ADIA di GoTo sejalan dengan berbagai tema investasi utama ADIA, termasuk pertumbuhan ekonomi digital di negara-negara Asia Tenggara yang berkembang pesat.

ADIA melihat potensi yang kuat di wilayah ini, terutama di Indonesia, dimana latar belakang ekonomi yang dinamis mendorong ADIA untuk terus memperkuat kehadirannya di negara ini. “Kami telah mengikuti dengan cermat berbagai pekerjaan yang telah dilakukan oleh Gojek dan Tokopedia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi di kawasan ini, bahkan sebelum mereka bersatu. Kami sangat senang bisa bermitra dengan GoTo dan tim manajemennya di fase perkembangan selanjutnya,” jelas dia.

GoTo adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia yang dibangun dari merek Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial. GoTo dibuat untuk memungkinkan semua orang berpartisipasi dalam ekonomi digital melalui ekosistem yang mencakup sebagian besar belanja rumah tangga.

Layanan yang disediakan GoTo mencakup transportasi on-demand, e-commerce, pengantaran makanan dan kebutuhan sehari-hari, logistik dan pergudangan, serta layanan keuangan. GoTo Group menghasilkan lebih dari 1,8 miliar transaksi pada 2020 dengan total nilai transaksi bruto (GTV) lebih dari US$ 22 miliar.

Rencana IPO

Sebelumnya, Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir menyampaikan beberapa perusahaan rintisan (start-up) berstatus unicorn dan decacorn yang berpotensi melantai di pasar saham Tanah Air pada 2022.

Pandu menyebutkan bahwa GoTo direncanakan akan IPO pada semester I-2022. Begitu juga dengan SiCepat Ekspres dan Traveloka. “Ini terakhir banyak yang nanya soal IPO, perkiraan-perkiraan yang ada, ada GoTo, SiCepat, Traveloka,” kata Pandu dalam diskusi bertajuk Investment Trends for 2022, Indonesia Knowlegde Forum (IKF) X-2021, baru-baru ini.

Sementara itu, GoTo tampak serius untuk bisa melantai di BEI. “Bukalapak sudah membuka karpet merah bagi semua pelaku teknologi nasional untuk nantinya juga melantai di Bursa Efek Indonesia,” kata CEO Tokopedia William Tanuwijaya dalam RDP bersama Komisi VI DPR, belum lama ini. Hal senada juga disampaikan CEO Gojek Kevin Aluwi yang menuturkan bahwa GoTo pada saatnya nanti akan mencatatkan sahamnya di bursa.

Baik William maupun Kevin, keduanya memang tengah fokus menyiapkan GoTo untuk menjadi raksasa global yang tidak hanya bersaing di pasar domestik, tetapi juga membawa nama Indonesia untuk berkompetisi di pasar global.

Misi tersebut tentu tidak mudah. Apalagi, kata William, di masing-masing vertikal, GoTo memiliki pesaing dengan modal kerja 10, 100, bahkan 1.000 kali lipat lebih besar dibandingkan GoTo. Misalnya, Amazon yang memiliki modal kerja sebesar US$ 2-3 triliun. “Jadi, kami mempersiapkan GoTo untuk masa depan. Karena hanya masalah waktu, para raksasa global itu akan masuk ke Indonesia,” ucap William.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN